Studi Terbaru: Golongan Darah Menentukan Tingkat Keparahan Gejala Covid-19, O Lebih Terlindungi

Analisis genetis pasien Covid-19 menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki golongan darah O lebih terlindungi dari virus corona.

Editor: Suci Rahayu PK
TippaPatt/news-medica
Ilustrasi golongan garah 

TRIBUNJAMBI.COM - Golongan darah seseorang kemungkinan besar memiliki peran besar dalam tingkat keparahan gejala yang dialami pasien Covid-19.

Analisis genetis pasien Covid-19 menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki golongan darah O lebih terlindungi dari virus corona.

Sebaliknya, orang dengan golongan darah A mungkin lebih berisiko komplikasi akibat virus corona.

Seperti yang dilansir news-medical.net, tim peneliti di Eropa menemukan bahwa dua variasi genetik bisa menunjukkan siapa yang lebih berisiko sakit parah bahkan meninggal dunia akibat infeksi virus corona atau Covid-19.

Ilustrasi golongan darah
Ilustrasi golongan darah (davidwolfe.com)

Selain itu, para ilmuwan juga menemukan adanya hubungan antara virus corona dengan golongan darah, menyatakan beberapa orang cenderung terpapar Covid-19.

Hasil studi yang dipublikasikan The New England Journal of Medicine itu menjelaskan mengapa beberapa orang bisa memiliki risiko tinggi terinfeksi dan mengalami gejala yang parah.

Dalam 3 studi yang berbeda, peneliti dari Universitas Columbia, Mazandaran University of Medical Sciences di Iran dan beberapa institusi di China juga menghasilkan temuan yang serupa.

Promo Indomaret & Alfamart 19-21 Juni 2020 - Susu Anak, Margarin, Kosmetik, Snack, Beras

Rupiah Menguat 0,23%, Prediksi Pekan Depan Tetap Perkasa, Emas Antam di Level Rp 905.000 per gram

Kegagalan pernapasan pada pasien Covid-19

Patogenesis Covid-19 yang parah dan penyebab kegagalan pernapasan pada pasien virus corona masih belum jelas, tetapi tingkat kematian pada pasien usia dan laki-laki, cukup tinggi.

Lebih lanjut, orang memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya lebih mungkin mengalami gejala Covid-19 yang lebih parah, termasuk hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit kardiovaskular.

Peran relatif dari faktor risiko klinis dalam menentukan keparahan Covid-19 belum diklarifikasi.

Kini, studi baru menggarisbawahi faktor predisposisi lain yang mungkin membuat beberapa orang rentan terhadap infeksi.

ilustrasi virus corona dalam sel manusia
ilustrasi virus corona dalam sel manusia (ist)

Analisis genetik

Tim peneliti dari Eropa mempelajari lebih dari 1.900 pasien virus corona yang sakit parah di Spanyol dan Italia, dua negara yang paling parah terkena dampak pandemi.

Mereka membandingkan pasien dari tujuh rumah sakit dengan 2.300 orang yang tidak sakit.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved