Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Cakada Diminta Jangan Angkat Isu-isu Primordial, Mendagri: Adu Gagasan Soal Penanganan Covid-19

Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sudah diputuskan digelar 9 Desember 2020.

TRIBUNJAMBI/ANTARA
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengikuti rapat kerja dengan Komite I DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sudah diputuskan digelar 9 Desember 2020.

Pilkada 2020 akan dilaksanakan di  270 wilayah di Indonesia. Meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat wabah Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020.

Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian meminta calon kepala daerah tak mengangkat isu-isu primordial dalam kontestasi Pilkada 2020.

Isu primordial yang Tito maksud seperti masalah suku, keagamaan, kekeluargaan, dan kekerabatan. Alih-alih mengangkat isu tersebut, Tito mendorong calon kepala daerah fokus pada isu kesehatan dan ekonomi.

Abash Kebingungan Lihat Tubuh Lucinta Luna Berubah Drastis Selama Dipenjara: Teratur Kali Ya

Ruben Onsu Alami Stres Berat Akibat Polemik Geprek Bensu, Kuasa Hukum: Buat Dia Tidak Bisa Tidur

Fakta Terbaru Pasangan PNS Mesum Pingsan Telanjang di Mobil, Istri Sah: Dia Gonta-ganti Perempuan!

“Kita bisa menekan isu-isu primordial masalah suku, kekeluargaan, kekerabatan, termasuk masalah keagamaan yang kadang-kadang muncul pada saat kontestasi pemilukada," kata Tito melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

"Kita kecilkan, kita angkat isu yang lebih penting, yaitu masalah kesehatan dan ekonomi,” kata dia.

Tito mengatakan, adu gagasan soal penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi menjadi hal yang strategis mengingat Pilkada 2020 dilaksankan pada masa pandemi.

Karyawan melintas didekat patung maskot Pilkada Kota Blitar Si Kendang Memilih (Si Danglih) di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (9/4/2020).
Karyawan melintas didekat patung maskot Pilkada Kota Blitar Si Kendang Memilih (Si Danglih) di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (9/4/2020). (antara)

Menurut Tito, dibandingkan membahas isu primordial, menyoal penanganan Covid-19 lebih menunjukkan kemampuan calon kepala daerah dalam menghadapi situasi krisis.

“Tolong ini nanti mengenai isu tentang Covid ini yang lebih baik kita angkat, isu-isu mengenai Covid dan efektivitas dari para konsestan baik petahana maupun non-petahana itu diangkat untuk menangani Covid dan dampaknya," ujar Tito.

Ia menyebut, diangkatnya isu kesehatan dan ekonomi sebagai upaya pemulihan dari Covid-19 tak lantas menguntungkan calon kepala daerah petahana. Sebaliknya, isu tersebut bakal menguji sejauh mana kandidat mampu melakukan terobosan dan inovasi dalam menangani pandemi.

Begini Harapan Presiden Jokowi Soal Kasus Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan, Sebut Hal Ini

Aksi Pak RT Gadungan, Minta Jatah Dulu saat Tangkap Remaja Mesum di Semak-semak

Suami Penggal Istrinya saat Kabur Bersama Selingkuhannya Selama Setahun, Awalnya Berdalih Memaafkan

“Mohon maaf belum tentu petahana akan diuntungkan, ini bisa jadi justru akan jadi amunisi bagi kontestan lawan untuk menaikkan isunya,” kata dia.

Tito pun meminta semua pihak ikut menyukseskan Pilkada Serentak 2020. Ia mengingatkan bahwa pilkada tahun ini bakal digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Mari bekerja, semua pihak termasuk masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan dalam tatanan baru kehidupan yang beradaptasi dengan Covid,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendagri Minta Calon Kepala Daerah Tak Angkat Isu Suku dan Agama pada Pilkada 2020"

Editor: Rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved