Wilayah Pedesaan di Jambi Alami Inflasi 0,20 Persen, Ini Penyebabnya

BPS Provinsi Jambi, pada Mei 2020, indeks harga konsumen (IHK) di wilayah perdesaan Provinsi Jambi sebesar 105,07 atau terjadi inflasi sebesar 0,20 p

Tribunjambi/Fitri Amalia
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, pada Mei 2020, indeks harga konsumen (IHK) di wilayah pedesaan Provinsi Jambi sebesar 105,07 atau terjadi inflasi sebesar 0,20 persen.

Wahyudin, Kepala BPS Provinsi Jambi mengatakan, menurut kelompok konsumsi rumah tangga, inflasi terjadi pada sembilan kelompok. Satu di antaranya kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang mengalami perubahan indeks sebesar 0,18 persen.

Diikuti kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 1,13 persen; kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,34 persen; kelompok Kesehatan sebesar 0,01 persen; kelompok Transportasi sebesar 0,01 persen; kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 0,30 persen; kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,09 persen serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya sebesar 0,11 persen.

Diindikasi Terima Bantuan Ganda, Ratusan Warga Tanjab Timur Batal Dapat Bantuan dari Kemensos

Desa Tangguh Jadi Program di Tebo Hadapi Covid-19, Bupati dan Forkopimda Deklarasi

VIDEO Bocah SMP Tewas Diserang Ular Piton 7 Meter, Kepala Alfian Dililit hingga Leher

"Deflasi hanya terjadi pada kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga yaitu sebesar 0,02 persen, sementara itu pada kelompok Pendidikan tidak terjadi perubahan indeks," ujar Wahyudin.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi Mei 2020 mengalami penurunan 3,53 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 3,39 persen. Sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,15 persen.

"Peningkatan NTP hanya terjadi pada subsektor Peternakan yang naik sebesar 0,75 persen, sedangkan empat subsektor lainnya mengalami penurunan," katanya.

Wahyudin menyampaikan, empat subsektor yang mengalami penurunan yakni subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 1,29 persen, subsektor Hortikultura yang turun sebesar 4,03 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 4,08 persen, dan subsektor Perikanan turun sebesar 0,24 persen.

"Jika dibandingkan dengan provinsi se-Sumatera, NTP Jambi bulan Mei 2020 ada diurutan urutan ke-empat sebesar 98,55, Nilai Tukar Petani tertinggi di Provinsi Riau sebesar 111,74 dan terendah di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 88,56," ujarnya.

Dilihat dari perubahan NTP pada Mei 2020 terhadap bulan sebelumnya, NTP seluruh provinsi di Sumatera menurun. Penurunan terbesar NTP terjadi di Provinsi Jambi yaitu turun sebesar 3,53 persen. Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi Jambi pada Mei 2020 berada pada urutan ke-lima diantara sepuluh provinsi se-Sumatera yaitu sebesar 99,18.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved