Virus Corona di Jambi

Soal Dana Covid-19, Bupati Sarolangun Minta Pihak Rumah Sakit Hemat

Diakui oleh Bupati Sarolangun, Cek Endra jika saat ini di Kabupaten Sarolangun tiga pasien positif Covid-19 sudah menjalani perawatan lebih dari dua b

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Bupati Sarolangun, Cek Endra mengatakan mulai minggu depan, bantuan sembako untuk masyarakat segera didistribusikan. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Diketahui bahwa hingga saat ini masih ada tiga pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sarolangun.

Ketiganya ini, masih dalam perawatan secara intensif di RSUD Sarolangun.

Namun tak disangka bahwa biaya yang sudah dikeluarkan untuk ketiga pasien itu mencapai kurang lebih Rp 700 juta.

Sinopsis Innocent Defendant Episode 9 Tayang di RTV, Min Ho Tak Percaya Jung Woo Hilang Ingatan

Pohon Zaman Nabi Muhammad SAW Hidup Sampai Sekarang, Begini Bentuknya yang Berusia 14 Abad

Korban Tewas Gantung Diri di Kontrakannya Ternyata Sudah Tiga Hari Tidak Masuk Kerja

Diakui oleh Bupati Sarolangun, Cek Endra jika saat ini di Kabupaten Sarolangun tiga pasien positif Covid-19 sudah menjalani perawatan lebih dari dua bulan.

"Ternyata memang memerlukan perawatan dan swab tes sampai beberapa kali, agar bisa dinyatakan negatif," katanya, Rabu (17/6/2020).

Lanjut Cek Endra, perawatan ketiga pasien sesuai protap dari protokol kesehatan harus dilakukan setiap hari oleh dokter, perawat, bahkan laboratorium.

Bupati meminta agar pihak rumah sakit lebih bijak lagi melakukan perawatan pada pasien. Bahwa disamping penggunaan benar juga harus hemat.

"Karena menyangkut dana Covid-19 Sarolangun dan efisiensi lebih ditingkatkan," ujarnya.

"Tidak cukup sesuai aturan, harus hemat, justru kalau sesuai aturan harusnya 4 dokter tapi kalau lihat kebutuhan tidak perlu dokter, hanya memberikan vitamin, dan vitamonnya sama, yang berikutnya cukup perawat saja yang ngasi. Sehingga dana Covid tetap sesuai aturan dan efisien, sesuai prosedur kesehatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, saat ini bupati juga mengaku dengan adanya peristiwa Covid-19 ini, negara sudah banyak mengeluarkan dana.

Sehingga dana yang sudah dikeluarkan harus hati-hati dan perlu pendampingan agar tidak salah membelanjakan dana tersebut.

"Karena anggaran negara kita lagi susah dan kita memerlukan dari dana lain dan beberapa sektor dari instansi juga ikut dipangkas. Pihak kabupaten sebagai penanggung jawab anggaran tetap dengan kehati-hatiannya dengan pendampingan dan tidak lupa sikap hemat," katanya.

"Kita harus hemat, tidak menutup kemungkinan kita tidak tahu kapan berhentinya corona ini dan ini memerlukan bantuan pemerintah yang cukup banyak," jelasnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved