Berita Bungo

Pilkada Bungo Dianggap Minim Kompetitor, Pengamat Ungkap Hal Ini Jadi Penyebabnya

Kemudian berkaitan dengan situasi ditengah pandemi Covid-19. Dengan situasi saat ini, pengamat menilai kompetitor sangat sulit melakukan sosialisasi k

Tribunjambi/Darwin
Ronal Dison selaku pengamat politik Kabupaten Bungo 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Pilkada serentak di Kabupaten Bungo, Jambi minim kompetitor. Partai politik ditantang memunculkan kader bertarung 'lawan' petahana.

Kabupaten Bungo salah satu daerah yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah serentak di Provinsi Jambi pada 9 Desember mendatang.

Namun hingga kini suasana politik dari calon kepala daerah di Kabupaten Bungo cenderung adem ayem. Saat ini yang akan maju di Pilkada yaitu Mashuri dan Safruddin Dwi Apriyanto yang saat ini menjabat Bupati dan Wakil Bupati Bungo.

Dewan Jadwalkan Dialog Terbuka Antara Mahasiswa dengan Bupati Tanjabbar

VIDEO Anggota DPRD Ditegur Tak Pakai Masker, Sopirnya Pukul Karyawan Hotel

BREAKING NEWS Warga Jelutung Heboh Temukan Seorang Pria Tewas Tergantung di Bedengnya

Menanggapi hal tersebut Ronal Dison selaku pengamat politik Bungo menyampaikan kondisi perpolitikan di Bungo yang tinggal enam bulan kedepan menyampaikan petahanan diuntungkan. Sebab saat ini menurutnya patahana tidak memiliki lawan.

Magister Hukum Pemerintahan itu menilai terdapat tiga persoalan yang menyebabkan tidak munculnya kompetitor terhadap patahana.

Pertama, berkaitan dengan aturan. Dimana apabila anggota dewan yang aktif akan maju harus mundur dari jabatannya.

"Sehingga tokoh tokoh partai yang tidak mau maju, tidak mau ambil resiko," ujarnya.

Selanjutnya berkaitan dengan durasi atau masa menjabat yang sekitar tiga tahun. Dimana hasil Pilkada 2020 akan dilantik 2021 dan 2024 akan dilakukan pemilihan kembali.

"Tahun 2024 bakal Pilkada lagi sehingga durasi kepemimpinan sangat pendek. Sehingga kompetitor sangat berpikir untuk maju," katanya.

Kemudian berkaitan dengan situasi ditengah pandemi Covid-19. Dengan situasi saat ini, pengamat menilai kompetitor sangat sulit melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena dibatasi pandemi.

Sementara untuk penantang yang akan maju, Ronal mengatakan harus tancap gas sehingga bisa menjangkau konstituen. Sebab durasi yang ada saat ini sangat singkat.

"Kalau dihitung durasi sebenarnya terlambat penantang. Kalaupun ada roda mesin (tim) mesti lebih giat lagi," katanya.

Namun ia menilai semestinya ada penantang petahan dalam Pilkada Bungo tahun 2020 mendatang.

Namun jika hingga bulan Agustus mendatang tidak ada kompetitor melawan patahana, maka akan kemungkinan besar melawan kotak kosong.

"Kalau bulan Juni sampai Juli tidak ada penantang, saya kira patahana jangan jangan melawan kotak kosong," katanya.

Jika melawan kotak kosong, ada stagnan dan krisis kader dalam perpolitikan Bungo.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved