Rabu, 27 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kasus Covid-19 Melonjak, Arab Saudi Terancam Batalkan Ibadah Haji 2020

Kasus positif Covid-19 di sejumlah negara terus melonjak. Termasuk di Arab Saudi.

Tayang:
Editor: Rahimin
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
ILUSTRASI - Jemaah haji bertawaf di Masjidil dengan memakai payung pelindung panas akibat cuaca yang sangat panas di Makkah, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus positif Covid-19 di sejumlah negara terus melonjak. Termasuk di Arab Saudi.

Melihat kondisi ini, Arab Suadi terancam membatalkan ibadah haji tahun ini. Sbeba, kasus virus corona terus melonjak di negara tersebut.

Tahun lalu saja, ada sekitar 2,5 juta umat Islam mengunjungi Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.

Sementara itu negara-negara Muslim terus mendesak Riyadh segera memastikan apakah ibadah haji tahun ini akan tetap digelar pada akhir Juli atau dibatalkan.

Para pengamat yang dihubungi oleh kantor berita AFP memperkirakan, tahun ini agenda haji akan batal.

Seorang pejabat Arab Saudi mengatakan kepada AFP, "Keputusan akan segera dibuat dan diumumkan."

Cerita Memilukan Gadis Muda Ini Jadi Tempat Pelampiasan Ayah Kandung, Disetubuhi Saat Pelaku Mabuk

Walau Diserang Sejumlah Buzzer, Bintang Emon Terus Tuai Dukungan, Kali Ini Dari Pimpinan DPR RI

Disdik Provinsi Jambi Belum Pustuskan Siswa Belajar di Sekolah Wilayah Zona Hijau Covid-19

Indonesia yang merupakan negara dengan populasi Muslim besar, telah menyatakan pembatalan keberangkatan jemaah haji 2020. Malaysia, Senegal, dan Singapura juga menempuh langkah serupa.

Namun banyak negara dengan populasi Muslim besar lainnya seperti Mesir, Maroko, Turki, Lebanaon, dan Bulgaria mengatakan, mereka masih menunggu keputusan Riyadh.

Kemudian di negara-negara seperti Perancis, para pemuka agama telah mendesak umat Islam untuk menunda rencana ibadah haji mereka sampai tahun depan.

Akan tetapi keputusan untuk membatasi jumlah jemaah atau membatalkan ibadah haji juga berisiko memicu reaksi anggota garis keras Islam yang memprioritaskan agama di atas masalah kesehatan.

 Mengulur waktu

Seorang pejabat anonim di Asia Selatan yang dikutip AFP mengatakan, Arab Saudi mengulur waktu.

"Di menit terakhir jika Saudi berkata 'kami siap menggelar ibadah haji', (secara logis) banyak negara tidak dalam kondisi siap" untuk berpartisipasi, katanya.

Kondisi seputaran Masjidil Haram di Kota Mekkah, Arab Saudi yang tampak lengang pada Maret 2020.
Kondisi seputaran Masjidil Haram di Kota Mekkah, Arab Saudi yang tampak lengang pada Maret 2020. (AFP)

Pejabat itu melanjutkan, di tengah penangguhan penerbangan internasional yang masih berlangsung, ada wacana ibadah haji hanya diadakan untuk penduduk lokal.

Jika ibadah haji 2020 dibatalkan, ini adalah kali pertama agenda rutin itu ditiadakan sejak kerajaan Arab Saudi berdiri pada 1932.

"Negeri Petrodollar" itu masih sangguP mengadakan ibadah haji.

Namun kini situasinya berbeda. Arab Saudi kewalahan mencegah penyebaran virus corona, dengan jumlah kasus yang terus melonjak tinggi sejak pelonggaran lockdown pada akhir Mei.

Di banyak rumah sakit, sumber-sumber yang dikutip AFP menerangkan, unit perawatan intensif dibanjiri pasien-pasien Covid-19, dan semakin banyak petugas medis yang tertular virus corona.

Total jumlah kasus kini mencapai lebih dari 130.000 dan angka kematian di atas 1.000 sejak Senin (15/6/2020).

Untuk mengatasinya, pemerintah menerapkan lockdown lagi di Jeddah yang merupakan pintu gerbang menuju Mekkah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Corona Terus Melonjak, Arab Saudi Terancam Batalkan Ibadah Haji 2020"

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Arab Saudi Terancam Batalkan Ibadah Haji 2020

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved