unik
Robot, Vodka, Lansia dan Hewan Peliharaan, Ini Kebijakan Unik Beberapa Negara yang Tidak Lockdown
Ada beberapa negara seperti Swedia yang juga tidak terapkan lockdown sama sekali, negara-negara ini punya aturan yang unik dalam lakukan lockdown.
TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa negara punya kebijakan unik untuk melepas atau menolak lockdown. Tak jarang itu meningkatkan angka kematian akibat corona.
Lockdown pun masih menjadi pilihan banyak negara untuk menahan penyebaran viruscorona.
Meskipun ada beberapa negara seperti Swedia yang juga tidak terapkan lockdown sama sekali, negara-negara ini punya aturan yang unik dalam lakukan lockdown.
Inggris sudah perbolehkan beberapa anak untuk kembali ke sekolah pada Senin depan.
Mereka juga perbolehkan kelompok berisi maksimal 6 orang bertemu di ruang publik atau kebun pribadi.
• Pacar tak Mau Diajak Balikan, Pemuda di Aceh Selatan Nekat Sebar Foto Syur di Facebook dan WhatsApp
Namun, masih ada negara-negara yang lockdownnya justru diperketat dan membuat aturan aneh.
1. Wanita dan pria diperbolehkan keluar secara terpisah
Panama, Amerika Tengah, terapkan cara pembatasan sosial dengan pria dan wanita 'diberi jadwal' pada hari yang berbeda untuk keluar.
Hal tersebut agar penyebaran virus Corona tidak terlalu masif.
• Begini Garis Penampakan Tangan Orang Kaya di Masa Depan, Cek Milikmu di Sini!
Sudah keluar rumah beda hari, mereka hanya boleh tinggalkan rumah dua jam sehari.
Kemudian pada hari Minggu mereka tidak diperbolehkan keluar rumah sama seklai.
Peraturan tersebut sebabkan kontroversi setelah polisi dituduh melakukan diskriminasi terhadap warga transgender.
Polisi mengklaim mereka ditahan karena keluar rumah pada "hari yang salah".
• Daftar Film Korea Tayang 1-15 Juni 2020 di Trans 7, Lengkap Jadwal, Sinopsis dan Video
Sejauh ini Panama telah laporkan hampir 15 ribu kasus virus Corona dan 352 kematian.
2. Vodka dan sauna obati virus Corona
Jika Anda pikirkan Swedia sebagai negara paling santai hadapi Covid-19, Anda perlu ketahui tentang penanganan Covid-19 di Belarusia.
Sangat sedikit pembatasan sosial di negara tersebut.
• Seekor Gajah Mati Dalam Posisi Berdiri di Sungai, Kondisi sedang Hamil Makan Nanas Isi Petasan
Belarusia menjadi satu-satunya negara yang masih perbolehkan pertandingan sepakbola dilaksanakan.
Tidak hanya itu, presiden Alexander Lukashenko mendapatkan kritik pedas karena perbolehkan adanya parade kemenangan Soviet di Perang Dunia II.
Parade itu dilaksanakan bulan lalu.
• Ingat Kang Mus Preman Pensiun, Epy Kusnandar Kirim Surat Keluhkan Pelayanan RS
Ribuan warga ikut dalam parade, termasuk veteran perang yang sudah lansia.
Bisnis berjalan seperti biasa, sekolah tetap buka dan toko-toko serta transportasi publik beroperasi seperti biasa.
Pasalnya, presiden Lukashenko yang telah memimpin Belarusia dengan tangan besi selama 25 tahun, telah mengklaim jika virus Corona dapat disembuhkan dengan meminum vodka, kendarai traktor, pergi ke sauna atau bermain dengan bayi domba.
Tidak hanya itu, ia juga menyebut virus Corona sebagai "psikosis" dan mengklaim negara maju menggunakannya untuk perluas dominasi mereka.
"Dunia terlalu menggilai virus Corona.
"Psikosis ini telah melumpuhkan ekonomi nasional hampir di seluruh dunia," ujarnya.
Ahli virologi Andrus Voynich telah membandingkan aksi Lukashenko sama dengan pembunuhan massal.
Ia katakan: "Ini hanyalah kejahatan dan penghancuran warganya sendiri, beda tipis.
• Ingat Sinetron Remaja Inikah Rasanya? Ini Penampakan Para Pemerannya Kini, Ada yang Jadi Pengacara
"Yang bisa kubandingkan dengan ini adalah genosida di Rwanda pada 1994, saat itu bedanya dilakukan manual sedangkan ini dengan bantuan epidemi."
Lebih dari 45 ribu warga terjangkit Covid-19 dan 248 meninggal karena Covid-19 di Belarusia.
3. Lansia tetap di rumah, tidak boleh mengajak jalan anjing peliharaan
Serbia adalah salah satu negara dengan taktik lockdown paling ketat, meskipun beberapa aturan mulai diangkat.
Warga berumur di atas 65 tahun hanya diperbolehkan keluar rumah untuk belanja bahan makanan seminggu sekali dan harus pagi-pagi sekali.
Namun saat ini lansia bisa keluar pada waktu tertentu, sedangkan warga yang lain tetap di dalam rumah untuk "melindungi yang tua".
Namun peraturan paling kontroversial adalah larangan mengajak jalan anjing peliharaan setiap sore.
Artinya, anjing dan hewan peliharaan tidak bisa keluar rumah sama sekali.
• Terungkap Alasan Gubernur Anies Baswedan Memperpanjang PSBB di DKI Jakarta
Hal tersebut dikritik oleh dokter hewan, yang mengatakan jika hewan dikurung terus mereka bisa alami masalah dalam sistem eksresinya dan membuat rumah sang pemilik tidak higienis lagi.
Namun lockdown di Serbia telah dilonggarkan, dan ada lebih dari 11.500 kasus virus Corona dengan 245 kematian.
4. Lockdown? Apa itu lockdown?
• Gajah Hamil Ini Mati Setelah Berendam di Sungai, Ternyata Ini Penyebabnya Begitu Tragis
Swedia tidak terapkan lockdown sama sekali dengan bar, tempat minum dan restoran tetap buka seperti biasa.
Warga bisa pergi ke mana-mana, yang penting mereka jaga jarak dari satu sama lain.
Ilmuwan Swedia optimis dengan herd immunity.
Anak kecil masih boleh masuk sekolah, walaupun ada kekhawatiran jumlah kasus dan kematian di negara tersebut meningkat.
5. Robot di jalanan
Robot polisi telah berpatroli di jalanan Tunisia dan menangkap warga yang langgar lockdown.
Robot mencari warga yang berjalan di jalanan ibukota Tunis, dan mendekati mereka kemudian bertanya mengapa mereka keluar rumah.
Warga kemudian harus tunjukkan KTP dan surat ijin keluar kepada robot untuk mengecek mereka diperbolehkan keluar.
Meanwhile Tunis ???? pic.twitter.com/KUzWjB4rtp
— تـ و نـ س ☪︎ Tunisia (@tunpost) March 28, 2020
Tunisia laporkan 1000 orang telah terinfeksi dengan virus Corona dan 49 kematian.
6. Boleh keluar berdasarkan nomor KTP
Kolombia terapkan cara unik di beberapa negara yang mengatur warga boleh keluar berdasarkan nomor KTP mereka.
Misal yang nomor KTP diakhiri nomor 0 atau 7 boleh keluar pada Senin sedangkan nomor 1,6 dan 9 bisa keluar pada Selasa.
7. Kostum zombie corona untuk takuti orang-orang
Cara paling unik mungkin adalah yang diterapkan di New Delhi, India.
Polisi gunakan baju APD, helm merah dan sarung tangan.
Komisioner Deputi Polisi Dwarka, RP Meena menjelaskan, polisi itu akan takut-takuti warga yang nakal dan buat mereka mengerti jika tidak boleh keluar rumah.
Itu, dianggapnya juga memotivasi warga untuk lakukan tindakan pencegahan untuk hindari virus.
8. Pantai disebari pemutih
Spanyol, yang tercatat negara 10 besar jumlah kasus Covid-19, di salah satu provinsinya yaitu Cadiz terapkan cara lockdown yang ekstrim.
Agar warga jera ke pantai, polisi sebarkan pemutih di pantai.
Tidak mengejutkan, hal tersebut justru mengundang kritik dari ahli lingkungan yang menyebut itu akan merugikan kehidupan liar.
Artikel ini telah tayang di Intisari.Grid.Id dengan judul Aturan Beberapa Negara yang Unik dalam Tangani Pandemi Covid-19, Mulai dari Gunakan Robot Polisi Sampai Bahkan Ada Warga yang Tidak Tahu Apa itu Lockdown
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/new-delhi-india-dalam-kondisi-lockdown-di-tengah-pandemi-covid-19.jpg)