Berita Sarolangun

Seorang Ayah di Sarolangun Cabuli Anak Kandung Selama 2 Tahun, Ancam Bunuh Korban Saat Beraksi

Aparat kepolisian Polres Sarolangun, meringkus tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

Kompas.com
ilustrasi pencabulan anak 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Aparat kepolisian Polres Sarolangun, meringkus tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

Mirisnya, pelaku justru merupakan orangtua korban sendiri yang telah mencabuli anaknya sejak kelas VI SD atau berusia 12 tahun hingga putrinya sudah berumur 14 tahun.

Tersangka sehari-hari bekerja sebagai sopir.

Meski mempunyai istri, tersangka sudah berulang kali mencabuli anaknya. Terakhir kali aksinya dilakukan pada Kamis 14 Mei 2020 lalu sekira pukul 23.00 WIB, di dalam kamar korban.

Anggota DPRD Gresik yang Beri Suap Rp 1 M ke Siswi Korban Pencabulan Minta Maaf & Bilang Ini

Banyak Makan Korban, Begini Aksi Reza Cabuli Lima Teman Perempuannya

"Dia tinggal bersama tersangka, masih satu rumah," kata kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto, Selasa (2/6/2020).

Kapolres Sarolangun mengatakan, pelaku melakukan aksinya saat korban sedang tidur di dalam kamarnya, seraya mengancam akan membunuh anaknya jika tidak menuruti keinginan pelaku. 

Kemudian tersangka mendekati anaknya (korban,red) lalu terbangun dan melihat tersangka (ayahnya) sebelum melakukan aksinya melontarkan kata ancaman. Bahwa akan membunuh jika tidak menuruti keinginannya.

Hingga saat ini korban masih troma.

99 Persen Bisa Sembuh! Vaksin Corona Buatan China Sudah Siap Diproduksi Massal Akhir 2020

Kondisi Narmi Andriani, Lulusan Pondok Pesantren Arriyad Jambi yang Diculik Ditemukan di Jakarta

"Kondisi korban saat ini anak pasti trauma psikis, stres dan minder karena perbuatan orang tuanya,"katanya. Selasa (2/6/2020).

Tersangka saat ini sudah diamankan di dalam sel setelah dilaporkan oleh pihak keluarga.

Aksi bejat pelaku kata Kapolres, baru diketahui istrinya, yang mendapatkan laporan dari anaknya. 

Tersangka diamankan Jumat, (29/5/2020) lalu sekira pukul 16.30 WIB di rumahnya.

"Dengan cepat dan tanpa perlawanan, tersangka berhasil diamankan," bilang Kapolres.

Tersangka diancam sesuai pasal 82 ayat (1), (2) Jo Pasal 76E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 Miliar. (Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved