Breaking News:

Jelang New Normal di Jambi

BREAKING NEWS Pemkot Persiapkan Relaksasi Objek Wisata

Penerapan Protokol kesehatan di kota Jambi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Kota Jambi.

Penulis: Miftahul Jannah | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi.com/Miftahul Jannah
28052020_Abu Bakar Jubir Walikota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penerapan Protokol kesehatan di kota Jambi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Kota Jambi.

Diketahui upaya pemutusan tersebut dilakukan dengan cara menutup sementara objek wisata yang biasa ramai di kunjungi masyarakat.

Penutupan objek wisata belum di ketahui sampai kapan.

Namun, baru-baru ini terdapat kabar bahwa Pemerintah Kota Jambi akan melakukan regulasi yang di dalam nya terdapat relaksasi untuk bidang ekonomi, sosial dan kemasyarakatan.

Diminta Terapkan Protokol Kesehatan, Objek Wisata di Kampung Laut Ramai Pelancong

Danau Sipin Jadi Tujuan Wisata Warga Kota Jambi Saat Pandemi Covid-19

Saat di konfirmasi Tribunjambi.com, juru bicara Walikota Jambi Abu bakar mengatakan, memang benar bahwa pihak Pemkot sedang mempersiapkan regulasi, yang nantinya akan ada relaksasi yang di keluarkan oleh Pemerintah Kota Jambi untuk bidang ekonomi, sosial dan kemasyarakatan.

"Penerapan relaksasi tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi," kata Abu Bakar, Kamis (28/5/2020).

Donasi Rp 780 Juta Telah Disalurkan, Terima Kasih Pembaca Kompas.com dan Tribunnews.com

Katalog Promo Hypermart & Trona Jambi hingga 1 Juni 2020 - Produk Kecantikan, Ayam, Daging

Relaksasi dalam tatanan baru tersebut kata Abu Bakar, dilakukan untuk kembali memulihkan sektor ekonomi yang sempat terhenti. Kegiatan sosial dan aktivitas kemasyarakatan seperti melangsungkan pernikahan, beribadah dirumah ibadah dan lain sebagainya.

Selain itu penerapannya, tetap dilakukan dengan syarat-syarat tertentu dan mengikuti Protokol Kesehatan yang ketat.

"Nanti akan ada tim surveyor, yang akan melakukan survey apakah objek tersebut dapat dilakukan relaksasi dan mampu memenuhi syarat-syarat protokol kesehatan yang akan ditentukan kemudian," ujarnya.

"Setelah itu, juga akan ada tim inspector yang akan melakukan pengawasan terhadap relaksasi tersebut. Tim inspector dapat merekomendasi sanksi jika objek tersebut melanggar ketentuan atau tidak dapat melaksanakan syarat-syarat yang telah ditetapkan," sambungnya.

Diketahui Relaksasi dalam tatanan baru tersebut akan di tuangkan dalam Peraturan Wali Kota Jambi yang akan diterbitkan dalam waktu dekat ini.

Abu juga menjelaskan pembahasan regulasi tersebut dilakukan Pemerintah Kota Jambi bersama Forkompimda Kota Jambi, termasuk melibatkan MUI, Kementerian Agama dan Dewan Masjid Indonesia Kota Jambi.

"Penerapannya dilakukan bertahap, pada fase awal ini akan dilakukan sosialisasi terkait syarat-syarat maupun sanksi," tutupnya. (Tribunjambi.com/Miftahul Jannah)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved