Perang Dingin AS vs China Makin Panas, Pamer Kapal Perang Dikhawatirkan Picu Perang Dunia III

Selain keduanya saling memamerkan kekuatan dan saling sindir mengenai pandemi virus corona, sebenarnya kedua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut

Editor: Suci Rahayu PK
Shutterstock
Kapal perang Amerika Serikat (AS) jenis penjelajah berkekuatan rudal pandu, USS Lake Erie. 

Bisa juga AS mengajak Beijing melakukan operasi kemanusiaan bersama, bekerjasama menciptakan norma perilaku antara pasukan angkatan laut kedua negara dan menjajaki perjanjian strategis dan taktis untuk pengendalian senjata.

Ditengah Pandemi VIrus Corona Covid-19, Mbah Mijan Sarankan agar Warga tak ke Pantai: Khawatir

Remaja 13 Tahun Dibunuh Secara Brutal oleh Ayahnya Setelah Jatuh Cinta pada Pria 35 Tahun

Kirim Kapal Induk Ronald Reagen

Amerika Serikat (AS) terus memperkuat tekadnya menjamin kebebasan navigasi di perairan Indo-Pasifik. Salah satunya dengan menambah armada perangnya di wilayah ini.

Angkatan Laut AS akan mengirim kapal induk USS Ronald Reagen di Perairan Indo-Pasifik. Hal ini sebagaimana dirilis di situs resmi angkatan laut AS, www.navy.mil, Kamis (21/5).

Penugasan ini merupakan tahun kelima bagi USS Ronald Reagen menjaga bagian dari pertahanan angkatan laut AS yang berada di garis terdepan. USS Ronald Reagen akan diperkuat dengan kehadiran Carrier Air Wings Five.

Komandan Kapal Induk Ronald Reagen, Kapten Pat Hannifin, mengatakan, AS berkomitmen mengerahkan kapal induk ini ke perairan pasifik untuk menghadapi setiap tantangan yang muncul sesuai dengan motto mereka yakni It CAN Be Done.

"Tim kami telah menjalankan motto ini, menyelesaikan proses pemulihan kapal di pelabuhan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. Kami melakukan tugas kami untuk melindungi kesehatan pasukan dan kesiapan untuk perang," ujarnya.

Saat memulai debutnya, setelah sempat menepi di pelabuhan karena sebagian awaknya terinfeksi corona, USS Ronald Reagen memuat lebih dari 1.000 ton persenjataan.

Kapal Induk USS Ronald Reagen membawa lebih dari 5.000 awak dan lebih dari 60 pesawat tempur. Ronald Reagen diklaim mampu mempertahankan operasi maritimnya sepanjang waktu.

"Kami berkomitmen untuk mempertahankan perjanjian pertahanan dengan sekutu dan mitra kami," ujar Hanifin.

Ia menambahkan, pihaknya menjamin keamanan dan stabilitas regional, mencegah agresi militer di Indo-Pasifik yang bebeas dan terbuka dan menjaga kesiapan perang untuk menanggapi segala kemungkinan.

Nantinya, Ronald Reagen akan bekerjasama dengan sekutu dan mitra AS untuk memperkuat kekuatan regional, mengembangkan konsep perang dan meningkatkan operasi maritim yang memberikan opsi pertahanan berlapis untuk melindungi kepentingan besama.

Perkuat Armada ke-7

Ronald Reagen akan memperkuat Armada ke-7 AS. Armada perang ini merupakan kekuatan perang terbesar di dunia, dengan bantuan 35 negara sekutu dan mitra AS.

Angkatan Laut AS telah beroperasi selama lebih dari 70 tahun di kawasan Indo-Pasifik, memiliki pasukan yang siap membantu menjaga perdamaian dan mencegah konflik.

Update Terbaru Virus Corona Covid-19 di Seluruh Dunia, Amerika Segini, Indonesia Ada di Posisi Ini

Para Jenderal Dikumpulkan, Rahasia Kekuatan Kopassus yang Tak Bisa Dipecahkan Militer Negara Lain

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved