Dua Bulan Tutup Bisnis Karaoke di Jambi 'Lumpuh' Akibat Covid-19, Pasrah Tunggu Instruksi Pemerintah

Saat ini semua sektor bisnis terkena dampak dari pandemi Covid-19 atau Corona termasuk bisnis karaoke.

TRIBUN JAMBI/MIFTACHUL JANNAH
Karyawan di meja resepsionis De’Tones Afgan Karaoke Jambi siap melayani pengunjung yang ingin bersantai di karaoke berkonsep family. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat ini semua sektor bisnis terkena dampak dari pandemi Covid-19 atau Corona. Bisnis karaoke satu di antara banyak bisnis di Kota Jambi yang turut merasakan dampaknya.

Beberapa tempat karaoke keluarga ternama di Kota Jambi sudah dua bulan tidak beroperasi. De'Tones By Afgan Karaoke di Kota Jambi hingga saat ini belum beroperasi. Mulvy Manajer Operasional De'Tones By Afgan Karaoke Jambi memgatakan pihaknya sejak tanggal 23 Maret tidak bisa bekerja.

Dia enggan menyebutkan nominal kerugian yang diderita. Tapi Mulvy lebih memikirkan nasib karyawan karyawan De'Tones By Afgan Karaoke Jambi yang sekarang dalam keadaan sulit secara ekonomi.

"Kalau ditanya rencana kita, pengennya secepatnya (buka) karena sudah dari tanggal 23 Maret kita semua menganggur tidak bekerja," ujarnya, Kamis (28/5).

Rencana New Normal, Pengelola Kampoeng Radja Tunggu Keputusan Resmi

Update Kasus Covid-19 Provinsi Jambi 28 Mei 2020, Berikut Sebaran Kabupaten/Kota

Daftar Hotel Bintang Lima hingga Bintang Tiga di Jambi, Ada yang Berkonsep Kampung

Mulvy mengatakan, memilih untuk menunggu instruksi dari Walikota Jambi perihal kapan boleh beroperasi kembali.

Saat ditanya apa yang diharapkan dari pemerintah, dirinya menjawab tidak mau berharap lebih dan akan mengikuti alur.

"Gak mau berharap lebih, ikut alur aja, susah mencari perbedaannya antara mal dan resto yang tetap buka, tapi karaoke ditutup jadi kami pasrah aja, buka cepat Alhamdulillah buka lama ya nurut saja," tuturnya.

Jika pemerintah Kota Jambi telah memperbolehkan bisnis karaoke boleh beroperasi kembali, ia berencana akan melaksanan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Sebelum open kita bakal spare waktu selama 3-4 hari untuk melakukan general cleaning karena sudah 2 bulan tutup, yang kedua pastinya kalau sudah buka melaksanan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah termasuk wajib masker, penyemprotan desinfektan, menyediakan hand sanitaizer di pintu masuk lain lain, kalau soal promo sedang di discuss apa yang akan kita lakukan kalau buka dalam menghadapi krisis ekonomi akibat covid ini," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh ‎‎Manager Masterpiece Jambi, Yanto, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp. Pihaknya juga menunggu instruksi dari Walikota Jambi perihal kapan boleh beroperasi kembali.

"Kita yang penting bisa buka dulu lah, kalo bisa buka ya kita ikuti intruksi pak walikota standarnya gimana, belum ada pembahasan (rencana) lebih lanjut," sebutnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved