Inspirasi Bisnis

Permintaan Meningkat Drastis, Berkah Madu di Masa Pandemi Corona

Pembudidaya madu Zabak di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) banjir permintaan.

Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Pembudidaya madu di Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur memperlihatkan madunya 

TRIBUNJAMBI.COM, SABAK - Pembudidaya madu Zabak di Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) banjir permintaan. Keadaan tersebut sudah dirasakan pembudidaya sejak beberapa pekan terakhir.

Tercatat sejak semakin menggilanya Covid-19 permintaan dari pelanggan semakin tinggi.

"Permintaan dari hari biasanya berbeda, misalkan biasa hanya sepikul kini bisa sampai dua pikul lebih. Biasanya nggak minta sekarang mesan (pembeli baru), jadi madu yang baru panen cepat habisnya," ujar pembudidaya madu Zabak, Dodi.

"Kalau kita tanya sama pembeli mereka membeli dengan cukup banyak tidak lain untuk konsumsi sendiri guna menjaga antibody di tengah wabah virus corona ini," tambahnya.

Meski permintaan terbilang meningkat, untuk madu ini berbeda dengan budidaya lainnya. Semisal patin meski kurang cukup umur tetap bisa dipanen untuk madu tidak bisa demikian. Jika belum pada masanya panen tetap tidak bisa dipanen.

"Jadi untuk produksi tetap seperti biasa, tidak bertambah banyak atau berlebih. Hanya permintaan saja yang meningkat," ujarnya.

"Meskipun memaksakan panen awal bisa, namun kualitas madunya kurang baik dan merusak kepuasan konsumen nantinya," tambahnya.

Dodi dan pembudidaya lainnya merasa bersyukur, meski di tengah pandemi saat ini justru usaha kecil yang mereka jalani dapat berkembang pesat dan mampu menambah atau menopang biaya ekonomi sehari-hari.

Selain itu ia juga menyarankan, untuk terapi sengatan lebah cukup bagus untuk menyembuhkan penyakit kanker, pencegahan virus sejak dini. Mengingat sengatan lebah dipercaya dapat membunuh bibit penyakit dari tubuh.

"Memang pada sengatan pertama akan membengkak dan demam, karena hal tersebut menunjukan reaksi. Namun pada sengatan selanjutnya hanya terasa sakit namun tidak bengkak. Itu saran saya untuk terapi," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved