Berita Nasional

Nama 2 Wanita Disebut Zuraida Hanum di Sidang Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Langsung Ditegur Hakim

Nama 2 Wanita Disebut Zuraida Hanum di Sidang Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Langsung Ditegur Hakim

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Zuraida Hanum (tengah) yang juga istri korban dihadirkan polisi ketika gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020). Polda Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka atas kasus dugaan pembunuhan berencana seorang hakim PN Medan tersebut dan satu dari tiga tersangka itu merupakan istri korban yang menjadi otak pembunuhan dengan motif karena permasalahan rumah tangga. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus pembunuhan Hakim PN Medan, Jamaluddin terus berlanjut hingga kini dalam persidangan.

Fakta baru kembali terungkap terkait kasus pembunuhan hakim Jamaluddin.

Sebelumnya diketahui bahwa korban hakim Jamaluddin ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado miliknya.

Saat itu, posisi mobil berada di dalam jurang kebun sawit Desa Sukadae, Kecamatan Kutalimbari, Kabupaten Deliserdang pada akhir november 2019 lalu.

Pengakuan Zuraida Hanum di Persidangan, Akui 5 Kali Berhubungan Badan dengan Pembunuh Suaminya

Jadwal Operasional KRL Commuter Line saat Hari Raya Idul Fitri Minggu & Senin (24-25/5)

Tinjau Poskotis Kecamatan Sekernan, Sekda Muarojambi Serahkan Bantuan Kepada Petugas

Korban hakim Jamaluddin ditemukan dalam posisi tergeletak di bangku tengah mobil.

Setelah diselidiki, pembunuhan hakim Jamaluddin ini ternyata melibatkan istri kedua korban, Zuraida Hanum (41).

Selain itu ada dua orang lainnya yakni Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29).

Kini kasus pembunuhan hakim Jamaluddin telah memasuki masa persidangan.

Dalam sidang yang digelar Rabu (20/5/2020), terdakwa Zuraida Hanum (41) mengungkapkan rasa penyesalannya telah membuat suaminya, hakim Jamaluddin meninggal dunia.

Hal diungkapkan saat Zuraida ditanya penasihat hukumnya, Onan Purba melalui sidang teleconference di ruang cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Saya menyesal karena telah membunuh, dimana dia juga bapak dari anak saya," ucapnya sambil menangis sesaat.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved