Begini Respon Fadli Zon Soal Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi: Mungkin Muh Nuh Salah Dengar
Fadli Zon pun memberikan pembelaan atas penangkapan M Nuh oleh pihak Kepolisian.
TRIBUNJAMBI.COM - Kabar penangkapan M Nuh pemenang lelang sepeda motor bertanda tangan presiden Republik Indonesia Joko Widodo viral di media sosial.
Kabar tersebut pun ditanggapi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.
Fadli Zon pun memberikan pembelaan atas penangkapan M Nuh oleh pihak Kepolisian.
Dalam postingannya, Fadli Zon berpendapat penangkapan M Nuh karena kesalahpahaman semata.
Dirinya meyakini M Nuh yang diketahui merupakan warga Kampung Manggis, Kota Jambi itu salah mengira soal harga lelang sepeda motor milik Jokowi- sapaan Joko Widodo; tersebut.
M Nuh menurutnya mengira harga sepeda motor listrik bertandatangan Jokowi itu hanya sebesar Rp 2,55 juta.
Bukan seharga Rp 2,55 miliar seperti dalam lelang yang digelar secara online tersebut.
"Mungkin Muh Nuh dr Jambi salah dengar, dikira harga motor Rp. 2,55 juta bukan milyar," tulis Fadli Zon.
Fadli Zon pun berpendapat tidak ada sepeda motor jenis tersebut yang seharga Rp 2,55 miliar.
Dirinya pun mempertanyakan kebenaran harga sepeda motor jenis listrik yang bertandatangan Jokowi itu.
"Mana ada motor jenis itu harganya sampai 2,55 milyar," ungkap Fadli Zon.
"Memangnya kalau ditandatangani P @jokowi bisa semahal itu? Ini salah paham sy kira," tambahnya.
Dikabarkan Ditangkap Polisi
Dikutip dari Tribunnews.com, Muhammad Nuh, pria yang memenangkan lelang motor listrik Jokowi senilai Rp 2,550 miliar dikabarkan tengah diperiksa oleh Polda Jambi.
M Nuh disebutkan sebagai pengusaha Jambi yang tinggal di Kampung Manggis, Kota Jambi.