Selasa, 12 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ngaku Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19, Tokoh Agama Ini Pegang Pasien Positif, Berakhir Kematian

Bukan menggunakan obat atau vaksin, namun dengan meletakkan tangannya pada si pasien, berdoa untuk kesembuhan mereka, lapor Voice of America.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Shutterstock
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM - Meski vaksin untuk Covid-19 hingga saat ini belum ditemukan, namun ada pendeta yang mengaku bisa menyembuhkan orang yang terinfeksi virus corona loh.

Melansir dari Daily Mail (19/5/2020), ada seorang pendeta di Kamerun, Afrika Tengah bernama Frankline Ndifor (39) mengaku bisa menyembuhkan pasien Covid-19.

Bukan menggunakan obat atau vaksin, namun dengan meletakkan tangannya pada si pasien, berdoa untuk kesembuhan mereka, lapor Voice of America.

Alhasil, banyak warga berbondong-bondong mendatangi Gereja Kingship International Ministries yang dia dirikan.

Ilustrasi pasien Covid-19 yang dirawat
Ilustrasi pasien Covid-19 yang dirawat (Kompas.com/ Imam Rosidin)

Bukti virus corona tak bisa disepelekan, akibatnya Ndifor meninggal dunia diduga karena Covid-19 pada Sabtu (16/5/2020).

Sebelum meninggal, Ndifor mengalami sesak napas seminggu setelah terinfeksi virus.

Hingga akhirnya dipanggillah Dr Gaelle Nnanga untuk membantu menyembuhkan si pendeta.

Sayang, Nnanga mengungkapkan, Ndifor meninggal sekitar 10 menit setelah dilakukan perawatan.

Selain Menari, Roro Fitria Mengakui Pernah Jadi Finalis Puteri Indonesia Mewakili Yogyakarta

Begini Klarifikasi Sarah Salsabila Sampai Video Lelang Keperawanannya Dihapus, Netizen Berkomentar

Setelah meninggal, para pengikutnya memblokir pintu masuk ke rumah si pendeta selama 8 jam saat petugas medis akan membawa jenazah Ndifor.

Ternyata para pengikutnya menganggap Ndifor adalah Nabi dan menurut mereka saat itu Ndifor sedang berada dalam 'pertemuan rohani' dengan Tuhan sehingga tidak bisa dikuburkan.

Kerana itu, pemerintah terpaksa mendatangkan polisi untuk menerobos masuk ke rumah Ndifor yang dijaga oleh para pengikutnya.

Para pengikut Ndifor bernyanyi dan berdoa untuk kebangkitan sang pendeta sepanjang akhir pekan.

Hingga akhirnya, jenazah Ndifor dimakamkan di depan rumahnya di hari saat dirinya meninggal.

Salah satu pengikutnya, Robert Che mengatakan bahwa Ndifor berdoa untuknya dan para pasien lain yang dicurigai terinfeksi Covid-19.

Ingat, Selain Surat Tugas dan Kesehatan, Calon Penumpang Pesawat Harus Bawa Hasil Rapid Test

Aliff Alli Terlibat KDRT Istri yang Hamil, Kakaknya Miller Khan Pernah Terlibat Skandal Penculikan?

Karena Ndifor telah meninggal dunia, Che tak tahu bagaimana jika ada orang yang terinfeksi virus corona dan harus berobat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved