Virus Corona di Jambi

VIDEO Mudik pada saat Covid-19, Pemudik dari Sumbar Ngaku di PHK

Melalui kementrian perhubungan, saat ini pemerintah membolehkan kembali angkutan transportasi umum untuk beroperasi.

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Trafik kendaraan angkutan darat bagi pemudik pada tahun ini menunjukan penurunan.

Hal ini karena pengaruh kebijakan Covid-19, meski sempat tidak diperbolehkan beroperasi oleh pemerintan pusat.

Melalui kementrian perhubungan, saat ini pemerintah membolehkan kembali angkutan transportasi umum untuk beroperasi.

Sempat Viral, 8 Pelaku Perundungan Bocah Penjual Jalangkote Ngaku Bercanda, Berawal karena Hal Ini

Ngeri, Tukang Bangunan Asal Kalimantan ini Jadi Dewa Judi dan Buronan FBI, Hasilkan 6 Triliun

Jadwal Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang ke 4, Simak Cara dan Pengumumannya, 26 Mei 2020

Terpantau seperti di Terminal Tipe A Sri Bulan Kabupaten Sarolangun yang masih relatif sepi. Hanya saja sesuai kebijakan pemerintah bahwa semua angkutan transportasi boleh beroperasi dan harus memerhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Terminal, Sulaiman mengatakan, jika pada saat ini, terminal masih relatif sepi dari sebelumnya. Yang mana pada tahun ini, situasi masih belum kondusif karena pandemi Covid-19.

"Sepi dari sebelumnya," ujarnya, Selasa (19/5/2020).

Lanjutnya, selain kendaraan AKDP, memang ada beberapa bus AKAP yang mulai beroperasi. Beroperasinya bus tersebut tentu harus memerhatikan aturan yang berlaku hingga menerapkan sistem protokol kesehatan Covid-19.

Hingga saat ini, baru dua bus dari Sumatera Barat melintas di Kabupaten Sarolangun untuk melakukan perjalanan mudik. Dua bus PO NPM itu harus diperiksa kelengkapan surat-surat dan sistem protokol kesehatan.

Ada beberapa persyaratan sebelum bus diperbolehkan melanjutkan perjalanan, yaitu pihak bus harus melengkapi persyaratan seperti surat jalan dan pengawasan. Bagi para penumpang harus ada surat dari dinas kesehatan, surat putusan hubungan kerja, apabila ia di PHK di tempat kerja.

"Baru dua bus, satu bus isi 20 orang, karena memang aturan, jadi ada 40 orang kalok dua bus. Bus itu dari padang mau ke jawa," katanya.

"Kita memeriksa surat jalan, kartu pengawasan, untuk persayaratan Covid-19 ada surat keterangan putus kontrak dari perusahaan, keterangan sehat dari dinas kesehatan dan dilakukan pengecekan suhu," ujarnya.

https://youtu.be/h4ZA9I8iWa8

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved