Virus Corona
Wakil Presiden dan Menteri Pertahanan Positif Corona, Tertular Anggota Satgas Covid-19
Wakil Presiden Sudan Selatan, Riek Machat dan istrinya yang Menteri Pertahanan dinyatakan positif mengidap Covid-19.
TRIBUNJAMBI.COM - Virus Covid-19 bisa menyerang siapa saja. Buktinya, Wakil Presiden Sudan Selatan, Riek Machat dan istrinya yang Menteri Pertahanan dinyatakan positif mengidap Covid-19.
Machar mengatakan, dia dan sang istri telah tertular virus tersebut setelah berinteraksi dengan anggota Satgas Tingkat Tinggi Covid-19 yang terinfeksi.
Sebagai catatan, Satgas tersebut merupakan tim yang dirancang untuk membantu Sudan Selatan memerangi pandemi virus corona.
Dikutip Tribunnews dari The East African, Kantor Wakil Presiden Sudan Selatan mengeluarkan pernyataan.
Dalam pernyataan tersebut, sejumlah staf, termasuk penjaga keamanan juga tertular virus tersebut. Lebih jauh, melalui konferensi pers yang disiarkan di Ibu Kota Juba, Senin (18/5/2020), Machar angkat bicara.
"Kami masih menunggu tes lain dan semoga besok kami memiliki daftar lengkah," tegas Machar.
"Semua kolega kami dinyatakan positif (Covid-19), saat ini (mereka) dalam keadaan sehat," terang Machar.
• BREAKING NEWS Tambah 3 Orang, Positif Corona Provinsi Jambi Jadi 84 Orang per 19 Mei 2020
• SEKOLAH BAKAL DIBUKA LAGI - Catat 19 Panduan Pelaksanaan Pola Sekolah Baru, Belajar di TVRI Tamat?
Lakukan Karantina Mandiri di Rumah bersama sang Istri
Setelah mengumumkan bahwa dia dan sang istri positif mengidap Covid-19, Machar kemudian melakukan karantina mandiri di rumah.
"Seorang dokter mungkin mengunjungi kami sampai mereka menyatakan waktu untuk mengakhiri karantina," kata Machar.
Sama dengan dirinya, semua koleganya juga akan melakukan karantina mandiri.
Khawatir Covid-19 Menyebar di Kamp Pengungsi
Secara terpisah, dikutip Tribunnews dari Gulf News, sejauh ini Sudan Selatan telah mencatat 290 kasus infeksi virus corona dan empat kematian.
Pekan lalu, pihak berwenang melaporkan dua kasus Covid-19 di sebuah kamp di luar Ibu Kota Juba.
Kabar tersebut lantas menimbulkan kekhawatiran antara para pekerja kemanusiaan apabila Covid-19 menyebar di pemukiman yang padat.