Breaking News:

Virus Corona

Penelitian Terbaru Ungkap Virus Corona Juga Terjadi Pada Kucing, Di Antaranya Tanpa Gejala

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tak hanya manusia namun hewan kucing juga dapat terinfeksi penyakit Covid-19.

Instagram @emerson.the.motor.cat
Ilustrasi kucing 

TRIBUNJAMBI.COM - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tak hanya manusia namun hewan kucing juga dapat terinfeksi penyakit Covid-19.

 Bahkan virus corona dapat menularkan ke kucing lain beberapa di antaranya tidak memiliki gejala atau tanda-tanda sakit.

Laporan sebelumnya menunjukkan bukti penularan SARS-CoV-2 dari manusia ke hewan peliharaan ketika kucing di Belgia menjadi kasus pertama yang diketahui.

Hutan Hujan Amazone Bisa Jadi Pusat Pandemi Virus Selanjutnya, Ini Kata Ahli Ekologi Asal Brazil

Beberapa minggu kemudian, harimau dan kucing besar di kebun binatang New York, juga diketahui tertular virus tersebut. Selanjutnya, dua kucing peliharaan di New York juga positif virus corona

“Ini yang perlu kita perhatikan. Jika sedang melakukan karantina mandiri di rumah, sebaiknya jangan hanya khawatir terhadap anggota keluarga saja, tapi juga hewan peliharaan,” kata Peter Halfmann, profesor penelitian dari University of Wisconsin School of Veterinary Medicine.

Untuk menentukan apakah virus corona dapat menular antarkucing, para peneliti dari AS dan Jepang mengisolasi dan memberikan virus yang diambil dari manusia ke tiga kucing. Hari berikutnya, pemeriksaan swab hidung dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa virus tersebut sudah dimiliki oleh kedua kucing. Dalam tiga hari, semua kucing dinyatakan positif terkena virus.

Mengapa Dulu Jackie Chan Tak Menikah dengan Maggie Cheung? Terungkap Hubungan di Masa Lalu

Pada hari keempat, kucing yang belum terinfeksi ditempatkan di dalam kandang di dekat tiga kucing yang memiliki virus corona tadi. Di hari keenam, virus ditemukan pada pemeriksaan swab hidung semua kucing, tapi tidak pada tes dubur.

Diketahui virus tersebut bisa hilang dalam enam hari dari saluran hidung mereka. Virusnya tidak mematikan, bahkan kucing-kucing pun tidak memiliki gejala apa pun.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan sebelumnya di awal tahun ini yang menyatakan kucing dan musang bisa terinfeksi dan berpotensi menularkan virus di antara anggota spesies mereka sendiri.

 

Data menunjukkan bahwa studi tentang “kemudahan penularan antarkucing rumahan”, mewakili “kebutuhan pengetahuan kesehatan masyarakat untuk menyelidiki lebih lanjut rantai potensial penularan manusia-kucing-manusia.”

Halaman
12
Editor: Heri Prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved