Berita Merangin

Dituding Tak Tepat Sasaran, Warga Desa Seling di Merangin Serbu Kantor Desa

Dengan verifikasi yang dilakukan itu, maka pemerintah desa mengusulkan dana hanya untuk orang itu saja, namun belakangan warga mengaku semuanya...

ist
Ratusan masyarakat Desa Seling, Kabupaten Merangin demonstrasi ke kantor desa setempat. 

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Ratusan masyarakat Desa Seling Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin melakukan aksi demonstrasi ke kantor desa setempat.

Mereka mendatangi kantor desa karena ingin mempertanyakan sekaligus memprotes soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang diberikan tidak tepat sasaran.

Warga menduga ada unsur pilih kasih dalam pemberian ini. Yang menerima BLT tersebut banyak keluarga perangkat desa. Oleh karena itu, warga meminta kepada kades dan perangkat desa untuk membagi rata warga di desa tersebut.

Manasik Haji di Batanghari Akan Dilakukan Secara Online

Tahun Ini di Provinsi Jambi Tidak Ditetapkan Tarif Angkutan Lebaran

Sebnyak 2.700 Jaringan Gas Bakal Dipasang di Dua Desa di Kecamatan Jaluko

"BLT di sini tidak tepat sasaran. Kami minta dana tersebut dibagi rata saja," kata warga setempat.

Aksi protes tersebut terjadi Sabtu (16/5/2020) sore. Protes ini tak hanya dilakukan di kantor desa saja, namun rumah pribadi sang kades pun juga ikut didatangi warga.

"Bila perlu kami minta ganti kades," ujar warga lagi.

Sementara itu, Kadus Seling Abu Bakar yang dihubungi melalui ponselnya membenarkan jika terjadi aksi protes terhadap pemberian BLT DD. Katanya, warga desa tersebut meminta BLT dibagi rata.

"Setelah kami verifikasi, yang benar-benar berhak menerima BLT itu hanya 105 KK, tapi warga minta semua KK menerima bantuan itu," kata Abu Bakar, Minggu (17/5/2020).

Dengan verifikasi yang dilakukan itu, maka pemerintah desa mengusulkan dana hanya untuk orang itu saja, namun belakangan warga mengaku semuanya berhak menerima bantuan itu karena semuanya terdampak Covid-19 ini.

"Dana itu belum dibagikan. Desa tidak berani menentang aturan. Yang berhak menerima bantuan itu ya hanya 105 KK," imbuhnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kasi pemerintahan dan trantip Kecamatan Tabir, Reno. Dia menjelaskan bahwa warga meminta pada desa agar BLT DD dibagi rata, karena warga yang tidak terdata sebagai penerima maamfaat juga mengaku terdampak virus corona.

"Tapi kalau dari permendesnya memang tidak bisa dibagi rata, kalau dibagi rata maka terjadi pelanggaran, waktu warga banyak datang tadi bukan bagi BLT tapi sedang melakukan pendataan bagi warga yang bakal mendapatkan BLT," kata Reno.

Reno megatakan jika Masyarakat yang belum puas hasil verifikasi untuk warga yang mendapatkan BLT, bisa mengusulkan dengan kepala desa untuk dimasukkan dalam daftar penerima manfaat. (Muzakkir)

Penulis: muzakkir
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved