Virus Corona

50 Penghuni Panti Asuhan di Padang Dikarantina Setelah sang Pemilik Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Begini kabar penghuni panti asuhan Bunda Saiyo setelah sang pemilik meninggal dunia akibat virus corona.

Editor: Heri Prihartono
Kompas.com/Perdana Putra
Panti Asuhan Bunda Saiyo Padang alami krisis dan butuh bantuan setelah pemilik panti positif Covid-19. 

Sebelumnya saat masih hidup, EJ sempat mengeluh sakit. Ia kemudian berobat ke Bukitinggi pada 2 Mei 2020 untuk mengobati penyakit parunya.

Namun pada 5 Mei 2020, EJ dinyatakan positif virus corona. 

Dua hari kemudian salah satu anak pasangan pemilik panti asuhan itu juga dinyatakan positif virus corona. 

Panti Asuhan Bunda Saiyo Padang alami krisis dan butuh bantuan setelah pemilik panti positif Covid-19.
Panti Asuhan Bunda Saiyo Padang alami krisis dan butuh bantuan setelah pemilik panti positif Covid-19. (Kompas.com/Perdana Putra)

Sebanyak 50 orang yang tinggal di panti asuhan langsung dikarantina.

Di hari yang sama, salah satu anak panti juga dijemput petugas kesehatan karena positif virus corona. 

"Pada hari yang sama satu anak panti juga dijemput petugas karena juga dinyatakan positif," kata Nover.

Setelah kejadian tersebut, kondisi di panti asuhan berubah dratis.

Mereka cemas karena harus dikarantina di panti asuhan setelah pemilik meninggal karena Covid-19.

Doa dan Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri dan Keluarga, Begini Tata Caranya

"Ini berawal dari bapak dan ibu dinyatakan positif Covid-19. Semuanya berubah akibat dilakukan karantina," kata Nover.

Saat ini ada 40 anak yang diasuh di panti asuhan tersebut. Mereka terdiri dari 25 perempuan dan 15 laki-laki.

Sebanyak 25 penghuni adalah pelajar sekolah dasar, 12 penghuni adalah pelajar SMP, dan tiga orang pelajar SMA.

"Selain itu ada 3 orang mahasiswa dan tujuh pengasuh yang tinggal di panti. Total penghuni panti ini ada 50 orang," jelas Nover.

Ia bercerita kehidupan panti asuhan yang berdiri sejak tahun 2006 tersebut tak lagi sama.

Di awal karantina para pengurus sempat panik. Para pengasuh mulai kesulitan saat kebutuhan sehari-hari mulai terbatas.

Bahkan pasokan makanan dan minuman sempat terhenti. Air minum yang biasa dipesan, gas LPG, dan bahan makanan menipis.

Namun mereka sekarang menerima banyak bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sejak pemilik panti asuhan dinyatakan positif Covid-19, Nover mengatakan kebutuhan panti bergantung pada donatur.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved