Virus Corona

Korea Selatan Hadapi Gelombang Kedua Wabah Corona, Resiko Munculnya Makin Nyata di Sejumlah Negara

Sejumlah negara yang mulai melonggarkan aturan pembatasan kegiatan untuk menekan penyebaran wabah virus corona.

Editor: Deni Satria Budi
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM -  Potensi munculnya gelombang kedua penyebaran virus corona, makin membesar, menyusul sejumlah negara yang mulai melonggarkan aturan pembatasan kegiatan untuk menekan penyebaran wabah virus corona.

Dilansir dari South China Morning Post, kekhawatiran akan gelombang kedua pandemi yang telah menewaskan lebih dari 280.000 orang di seluruh dunia dan menghancurkan ekonomi global ini mengintai sebagian besar Eropa dan dunia.

Dengan jutaan orang yang kehilangan pekerjaan, termasuk di Amerika Serikat di mana 20 juta orang kehilangan pekerjaan pada April lalu, pemerintah sangat ingin membuka kembali perekonomian.

Tetapi risiko gelombang kedua ditekankan oleh kebangkitan kasus corona di Korea Selatan.

Pasien Positif Corona Provinsi Jambi Hari Ini, Ternyata Pedagang di Pasar Sungai Penuh

Satu Keluarga di Kota Sungai Penuh Dikabarkan Positif Rapid Test, Warga Sekitar Resah

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD MHAT Kerinci Penuh

Meskipun dipuji secara luas atas penanganan wabah, Korea Selatan terpaksa menutup semua bar dan klub di ibukota Seoul, setelah sekelompok orang mengalami infeksi Corona belum lama ini.

Korea Selatan mengumumkan jumlah tertinggi kasus virus corona baru selama lebih dari sebulan pada Senin (11/5/2020), didorong oleh kelompok infeksi di distrik kehidupan malam Seoul, tepat saat negara itu melonggarkan pembatasan.

Negara ini telah dianggap sebagai model global dalam cara mengekang virus, tetapi pada akhir pekan Seoul dan Incheon memerintahkan penutupan semua klub dan bar setelah ledakan kasus baru memicu kekhawatiran munculnya gelombang kedua.

222 Pasien Virus Corona di Korea Selatan yang Dinyatakan Sembuh Kembali Tertular, Bagaimana Bisa?

Siapa Sangka, China Bentengi Diri dengan 100 Rudal Antarbenua yang Bisa Lumat Amerika dalam Sekejap

Negara itu melaporkan 35 kasus baru pada Senin, sehingga totalnya menjadi 10.909 kasus. 

Walikota Seoul Park Won menyebut total 85 kasus sejauh ini telah dikaitkan dengan seorang pria berusia 29 tahun yang dites positif setelah menghabiskan waktu di lima klub dan bar di daerah Itaewon pada awal Mei.

Pemerintah kota mendesak semua orang yang mengunjungi distrik itu selama dua minggu ke belakangan untuk dites. Tetapi para pejabat kesehatan berjuang untuk melacak ribuan orang yang pergi ke klub dan bar di Itaewon.

Kekhawatiran di China juga meningkat. Setelah otoritas setempat melaporkan infeksi corona baru di Wuhan yang merupakan kasus pertama dalam sebulan terakhir. 

China melaporkan 17 kasus Covid-19 pada 10 Mei, naik dari sehari sebelumnya dan menandai peningkatan harian tertinggi sejak 28 April.

Meskipun jumlah kasus baru tetap lebih rendah dari periode puncak wabah pada bulan Februari, data ini menggarisbawahi risiko lanjutan yang ditimbulkan oleh Covid-19

Dengan pandemi telah menyebar secara global, Beijing terus mendesak kewaspadaan bahkan ketika mencoba untuk memulai kembali perekonomian.

Ketidakpastian juga muncul di Jerman usai salah satu distrik terpaksa kembali meningkatkan pembatasan sosial karena munculkan kasus penularan di sebuah pabrik pengolahan daging.

Sumber : kontan.co.id

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved