Hindari Penumpukan Massa, Warga Sarolangun Diimbau Bayar Zakat Fitrah pada Panitia Amil Zakat

Dalam proses pembayaran Zakat Fitrah tahun 2020 ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Kepala kantor kementrian agama Sarolangun, Syatar. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Dalam proses pembayaran Zakat Fitrah tahun 2020 ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini.

Dimana para petugas penerima zakat harus memerhatikan protokol kesehatan menggunakan masker, sarung tangan, dan jaga jarak.

Kepala kantor kementrian agama Sarolangun, Syatar mengatakan untuk sistem pembayaran zakat ini, pihaknya berupaya untuk mengikuti protokol kesehatan.

Pembayaran dilakukan oleh panitia atau amil zakat yang susah dibentuk melalui SK desa dan lurah. Pembayaran pada tahun ini, sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, karena amil zakat nantinya akan mendatangi para pemberi zakat.

Penerima BLT Tidak Boleh Berlapis dengan Bantuan Lain, Begini Penjelasan DPMD Muarojambi

Peringati Bulan Mutu Karantina 2020, BKIPM Jambi Bagikan Ikan Pada Masyarakat Terdampak Covid-19

Polda Jambi Akan Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan PETI di Muaro Bungo

"Kita imbau masyarakat, sistem penbayaran zakat fitrah kepada panitia amil zakat yang sudah dibentuk agar panitia lebih pro aktif. Artinya panitia yang mendatangi untuk memungut zakat dan dengan langsung menyalurkannya, panitia yang bergerak. Ini menghindari terjadi perkumpulan massa, ini rentan dengan wabah virus Covid-19," katanya, Senin (11/5).

Adapun besaran pembayaran zakat di wilaya Sarolangun ada tiga tingkatan, pertama ada Rp. 53.200 untuk kelas I, sedangkan kelas II Rp 45.600, dan terendah Rp 38 ribu.

"Klasifikasi berdasarkan makanan atau beras yang dikonsumsi sehari-hari," ujarnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved