Harga Bawang Merah di Sarolangun Naik hingga Rp 55 Ribu, Pengiriman Pasokan Terdampak Covid-19

Di Pasar Atas Sarolangun komoditi yang mengalami kenaikan drastis adalah bawang merah.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Bawang merah di Pasar Atas Sarolangun naik dratis hingga Rp 55 ribu per kilogram. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Harga kebutuhan dapur di Kabupaten Sarolangun mulai naik.

Seperti di Pasar Atas Sarolangun sendiri komoditi yang mengalami kenaikan drastis adalah bawang merah.

Bawang merah yang sebelumnya dihargai Rp 30 ribu per kilo, namun sekarang meroket drastis.

"Sekarang 40 pernah sampai 55. hari ni jual, besok pagi ambil naik lagi," kata Ipung salah seorang pedagang Pasar Atas.

Polda Jambi Akan Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan PETI di Muaro Bungo

VIDEO Detik-detik Kapal Tanker Terbakar di Pelabuhan Belawan, Terdengar 5 Kali Ledakan

Ia menjelaskan penyebab naiknya komoditi bawang merah ini adalah karena pengaruh transportasi yang saat ini sulit.

Karena bawang merah yang rerata diperoleh dari luar daerah seperti Padang dan Jawa, apalagi barang tersebut berasal dari wilayah zona merah Covid-19.

"Biaya transoportasi mahal, banyak hambatan di jalan," katanya.

Sedangkan untuk komoditi lain seperti bawang putih, telur dan lainnya masih relatif normal.

Dengan adanya hal tersebut ia berharap agar pihak terkait lebih memerhatikan pasokan semua komoditi yang masuk Sarolangun. Seperti pengecekan para agen-agen yang ada di Sarolangun rerata menerima barang dari luar daerah.

"Hal ini supaya dan pemerataan harga dari satu tempat ke tempat lain," ujarnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved