Suami Pilih Gantung Diri Saat Sahur, Sempat Cekcok dan Tuduh Istri Selingkuhi dirinya
Kejadian ini membuat kaget warga setempat, karena kasus yang diduga bunuh diri itu terjadi saat menjelang sahur puasa di bulan Ramadhan.
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang suami ditemukan tewas diduga gantung diri setelah terlibat cekcok dengan istrinya yang ia tuding telah selingkuh.
Seorang suami itu berinisial OP (30) warga Kampung Legok Nangka, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, ditemukan tewas, Sabtu (9/5/2020) dini hari.
OP diduga bunuh diri degan cara gantung diri saat waktu sahur.
Dia ditemukan dalam posisi tergantung di warung miliknya.
Pria itu diketahui sempat cekcok dan menuduh istrinya AI (24) telah berselingkuh.
• Biasa Hidup Foya-foya, Hotman Paris Mendadak Curhat ke Aa Gym Ingin Hidup Sederhana, Ini Kata Aa
• Ramalan 12 Zodiak Minggu 10 Mei 2020: Taurus Kesehatanmu Memburuk, Perhatikan Pola Makanmu
• Kisah Terbuangnya Mertua SBY oleh Soeharto ke Negara Komunis, Padahal Jadi Sosok Pembasmi PKI
• McDonalds Diizinkan Buka Gerainya Lagi di Sarinah oleh Menteri BUMN, Namun dengan Syarat Ini
Keributan itu terjadi saat OP baru saja pulang dari bekerja sebagai buruh pembelah batu pada Jumat malam.
Kejadian ini membuat kaget warga setempat, karena kasus yang diduga bunuh diri itu terjadi saat menjelang sahur puasa di bulan Ramadhan.
"Awalnya mendapatkan laporan dari warga, kita datangi TKP dan menemukan korban telah tewas gantung diri memakai seutas tali di warung miliknya," kata Kepala Polsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota Kompol Moch Bashori kepada wartawan, Sabtu pagi.
Sesuai keterangan saksi, kejadian bermula saat korban pulang ke rumah dan langsung terlibat cekcok dengan istrinya.
Bahkan menurut saksi, OP sempat menggigit tangan dan memukul wajah istrinya.
Mendengar teriakan istri OP, para tetangga keluar dan mencoba menghampiri untuk melerai.
Diduga karena malu, OP langsung lari keluar rumah ke dekat sebuah sumur di area perkebunan depan rumahnya.
Para tetangga melihat OP membawa seutas tali dan sebuah pisau.
"Lalu datang Ketua RT setempat bersama warga yang lain untuk melerai kejadian tersebut. Namun korban malah lari ke sumur di area perkebunan depan rumah sambil membawa tambang dan pisau," ujar Bashori.
Selanjutnya Ketua RT setempat berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Polsek Indihiang.