STAYCATION
Seram, Dibalik Keindahannya Tempat Ini Bisa Terjadi Tindak Kriminal di Siang Bolong
Angka kriminal yang tinggi tak berhubungan dengan indah atau tidaknya tempat itu. Kondisi ini lah yang terjadi di Jamaika.
TRIBUNJAMBI.COM - Angka kriminal yang tinggi tak berhubungan dengan indah atau tidaknya tempat itu. Kondisi ini lah yang terjadi di Jamaika.
Seorang fotografer Serbia Boogie tinggal di Amerika Serikat.
Salah satu tempat favoritnya di dunia adalah Jamaika.
Negara itu memang indah, namun di balik keindahannya juga merupakan tempat yang sangat kejam, dengan salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.
Melansir vice.com, Boogie pergi ke Jamaika sekali untuk mengunjungi seorang teman istrinya dan terpesona oleh pulau itu, terutama dengan Kingston dan daerah kumuhnya.
• Bak di Film-film, Pria Ini Manfaatkan ATM Error dan Berhasil Gesek Rp 15 Miliar Selama 4 Bulan
Melalui suami dari teman istrinya, ia bertemu penduduk setempat yang membawanya ke Taman Tivoli, Mountain View, Trenchtown, dan Kota Denham, tempat Boogie mendokumentasikan kemiskinan dan kekerasan di lingkungan itu.
Karyanya dari Kingston diterbitkan dalam bukunya Wah Wah Dem, dari edisi Drago.
Bicara mengenai Jamaika, tempat itu banyak dikunjungi wisatawan untuk liburan.
Namun, di dalamnya juga menyimpan kejahatan yang membuat orang bergidik hanya dengan mendengarnya saja.
• Ferdian Paleka sudah Tertangkap, Nikita Mirzani: Sebenernya Sudah Kena Hukuman yang Sangat Berat
Melansir The Guardian, ibukota Jamaika, Kingston, terdapat gerombolan bersenjata, korupsi polisi dan ketidakpedulian politisi telah menciptakan kekacauan dan kekerasan kota.
Bahkan, pembunuhan terjadi di siang hari.
• Hukum Memperingati Malam Nuzulul Quran Menurut Ustaz Abdul Somad
Pusat kota Kingston sendiri, kerap terjadi kekerasan politik dan geng.
Sehingga, untuk hidup di sana dibutuhkan mental yang paling kuat.
Banyak orang menunjukkan sikap berkuasa di Jamaika dengan memperlakukan rakyat yang tak berdaya di setiap kota kumuh dengan penuh kebrutalan.
Sejak kemerdekaan pada tahun 1962, sebuah sistem "clientism" telah berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/nataln-di-jamaika.jpg)