Sejarah Indonesia

Soekarno yang Bikin Geger Forum Dunia Ini Sampai Dinobatkan Sebagai Pahlawan Islam Sebelum Raja Arab

Soekarno yang Bikin Geger Forum Dunia Ini Sampai Dinobatkan Sebagai Pahlawan Islam Sebelum Raja Arab

Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Andreas Eko Prasetyo
Facebook
Soekarno 

Persis seperti yang diingat Raja Salman, di awal pembukaan pidato tersebut, Soekarno menyapa "Tuan-tuan Yang Mulia, Nyonya-nyonya dan Tuan-tuan, Saudara-saudara sekalian."

Tidak hanya itu, Soekarno juga menyebut kata Saudara-saudara di tengah-tengah pidatonya.

Memang itulah ciri khas Soekarno hingga Raja Salman menginggatnya.

Kisah 'Pohon Soekarno'

Pohon Soekarno di Padang Arafah
Pohon Soekarno di Padang Arafah (Kolase/ist)

Momentum pada tahun 1955 saat Presiden Soekarno melakukan kunjungan ke Arab Saudi.

Soekarno membawa sebuah pohon dari Indonesia untuk ditanam di Padang Arafah.

Mengetahui kondisi daerah padang pasir dan tandus yang tidak bisa ditumbuhi pohon sembarangan, maka Soekarno membawa pohon Mimba.

Kini, pohon yang tumbuh di beberapa tempat di negara Arab Saudi yang dinamakan 'Pohon Soekarno'.

Hingga saat ini, keberadaan pohon tersebut membantu jamaah Haji untuk berteduh.

Pidato Sukarno saat PBB di tahun 1960

Presiden RI pertama, Bung Karno, menyampaikan pandangan-pandangannya di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-15 yang diselenggarakan pada 30 September 1960.

Dalam pidato pandangannya tersebut, Bung Karno banyak mengkritisi kolonialisme, imperialisme dan peran PBB.

Paragraf pertama pidato Soekarno yang saat itu menyindir kepala negara dari berbagai dunia.

Inilah Pidato paragraf pertama, "Hari ini, dalam mengucapkan pidato kepada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa, saya merasa tertekan oleh suatu rasa tanggung-jawab yang besar. Saya merasa rendah hati berbicara dihadapan rapat agung daripada negarawan-negarawan yang bijaksana dan berpengalaman dari timur dan barat, dari utara dan dari selatan, dari bangsa-bangsa tua dan dari bangsa-bangsa muda dan dari bangsa-bangsa yang baru bangkit kembali dari tidur yang lama."

Tak hanya itu, Soekarno juga menyampaikan dengan cara yang berbeda dari kepala negara yang lain.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved