Rabu, 13 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Jimmy S Harianto Disopiri Didi Kempot Solo-Ngawi Malam-malam, 'Gustine Wong Ambyar'

Tulisan wartawan senior Kompas, Jimmy S Harianto, ini menceritakan bagaimana sosok Didi Kempot yang sangat membumi. Dia menyopiri mobil yang ...

Tayang:
Editor: Duanto AS
Istimewa
Didi Kempot, maestro campursari. 

Tulisan wartawan senior Kompas, Jimmy S Harianto, ini diposting tepat sehari sebelum maestro campursari Didi Kempot meninggal dunia. 

Dia menceritakan bagaimana sosok pria berambut gondrong itu mau  menyopiri mobil yang ditumpangi bersama kawannya, dari Solo ke rumahn di Ngawi.

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia berduka, maestro campursari Didi Kempot meninggal dunia pagi ini.

Didi Kempot meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo Jawa Tengah, Selasa, 5 Mei 2020, pukul 07.45 WIB.

Penyanyi bernama asli Dionisius Prasetyo itu sempat dibawa ke rumah sakit tersebut dalam kondisi tak sadar

Jenazah Didi Kempot akan dimakamkan di Ngawi, di dekat kediamannya.

Sosok Didi Kempot dikenal ramah, andhap asor (sederhana) dan bisa bergaul dengan berbagai kalangan.

Sebuah pengalaman tentang kesederhanaan Didi Kempot, dituliskan wartawan senior Kompas, Jimmy S Harianto, di dinding Facebook-nya kemarin, sehari sebelum sang maestro campursari meninggal dunia.

Tulisan itu berjudul "Gustine Rakyat Cendhol Dhawet, Gustine Wong Ambyaar".

Presiden Joko Widodo Ungkap Belasungkawa atas Meninggalnya Maestro Campursari Didi Kempot

Begini Kondisi Didi Kempot Sebelum Meninggal Dunia Menurut Pihak Rumah Sakit Kasih Ibu!

Lagu Terakhir Didi Kempot Sebelum Meninggal Dunia Ojo Mudik Lengkap dengan Syairnya

Dalam tulisan itu, Jimmy S Harianto mengingat pengalaman liputannya di Solo 15 tahun lalu.

Wartawan senior yang akrab disapa Pak Bo ini mengingat ketika Didi Kempot menyopiri mobil dari Solo menuju rumahnya di Ngawi yang berada di tebing.

Berikut ini tulisan lengkapnya.

"GUSTINÉ RAKYAT CÉNDHOL DHAWET
Gustiné Wong Ambyaar

Kangeeen sekali dengan suasana seperti ini. Suasana saat kita bisa lepas, bebas, rame-rame nyanyi dan berjoget.

Bisa menjogetkan diri sendiri yang lagi ambyar dalam urusan asmara. Atau lagi bundhet di gaweyan, karir mawut, duit seret, dhapur istri ngga kemebul-kebul lagi. Kapan lagi ya?

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved