Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Apakah Sakit Henti Jantung yang Dialami Didi Kempot? Mengapa Sangat Bahaya

henti jantung merupakan kondisi hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba pada seseorang yang mungkin pernah atau pun tidak pernah...

Tayang:
Editor: Duanto AS
Kolase tribun jambidan/ANTARA/Rivan Awal Lingga
Didi Kempot meninggal. 

TRIBUNJAMBI.COM - Maestro campursari Dionisius Prasetyo yang akrab dipanggil Didi Kempot, meninggal dunia karena henti jantung, bukan serangan jantung.

Menurut ilmu kesehatan, beda antara henti jantung dan serangan jantung. Menurut Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Didi Kempot meninggal dunia karena henti jantung.

Didi Kempot meninggal dunia Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 07.25 WIB.

Lantas apa beda henti jantung dan serangan jantung?

Melansir heart.org, henti jantung merupakan kondisi hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba pada seseorang yang mungkin pernah atau pun tidak pernah didiagnosis menderita penyakit jantung.

 Inilah Percakapan Terakhir antara Presiden Jokowi dan Sang Maestro Didi Kempot, Terkait Covid-19

 Mbah Supiyem Ngakak Ketemu Didi Kempot, Tanya Utang Masa Lalu

Henti jantung dapat datang secara tiba-tiba atau dibangun dari gejala lain.

Ini seringkali berakibat fatal.

Henti jantung dapat disebabkan oleh irama jantung yang tidak teratur, disebut aritmia.

Aritmia umum yang berhubungan dengan henti jantung yaitu febrilasi ventrikel.

Febrilasi ventrikel berarti bahwa bilik jantung yang lebih rendah tiba-tiba mulai berdetak dengan kacau dan tidak memompa darah.

Melansir healthline, henti jantung merupakan kondisi yang serius, karena jantung berhenti berdetak atau dikenal sebagai kematian jantung mendadak.

Detak jantung dikendalikan oleh impuls listrik.

Saat impuls berubah pola, detak jantung menjadi tidak teratur.

Henti jantung terjadi saat irama jantung berhenti.

Berbeda dengan serangan jantung

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved