Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

STAYCATION

Rumah Tuo Rantau Panjang Rupanya Tahan Gempa, dan Jadi Rumah Raja Pada Masanya

Rumah Tuo Rantau Panjang merupakan rumah tradisional yang memiliki usia mencapai 700 tahun. Rumah Tuo Rantau Panjang terbuat dari kayu.

Penulis: Rohmayana | Editor: rida
instagram
Suasana Rumah Tuo Rantau Panjang 

Deretan rumah penduduk bergaya panggung berderet di sisi kanan dan kiri jalan.

Berikut Besaran Zakat Fitrah di Provinsi Jambi Tahun Ini, Kabupaten Tanjabbar Tertinggi

Hijau perkebunan karet tua milik warga membuat perjalanan makin terasa segar dan sejuk.

Belum lagi diselingi indahnya gundukan perbukitan di sekitarnya.

Desa Rantau Panjang  merupakan desa tertua di provinsi Jambi yang memiliki rumah-rumah berusia ratusan tahun.

Penduduk desa ini adalah suku Batin keturunan proto Melayu atau Melayu tua.

Tidak seperti daerah-daerah lainnya di Jambi yang kebanyakan dihuni oleh suku Batin yang lebih muda. Suku Batin sendiri merupakan suku asli Jambi.

Rumah-rumah ini memiliki jendela yang besar dan dulunya beratap ijuk meski sekarang diganti dengan seng karena susahnya mencari ijuk.
Bentuk Rumah Tuo
Dilansir dari website resmi Pemerintah Kabupaten Merangin meranginkab.go.id bahwa Rumah Tuo Rantau Panjang terbuat dari kayu.
Rumah ini berbentuk seperti rumah panggung dengan disangga dengan beberapa tiang dibawahnya.
Bentuknya memanjang ke samping, dengan tangga pada pintu masuk dan beberapa jendela dengan ukuran besar.
Dulu, atap Rumah Tuo Rantau Panjang dibuat dari ijuk, namun karena semakin sulitnya mencari ijuk kini pun atap diganti dengan seng.
Bentuk rumah-rumah di desa ini seragam, dengan warga cokelat terang dan dibagi menjadi tiga ruangan.
Uniknya, untuk memasuki rumah wisatawan harus menunduk karena pintu rumah hanya setinggi satu meter.
Suasana Rumah Tuo Rantau Panjang
Suasana Rumah Tuo Rantau Panjang (instagram)
Hal ini juga melambangkan kesopanan dan tata krama yang senantiasa dilestarikan penduduk setempat.
 Ruang yang pertama adalah ruang pertemuan dengan lantai yang dibagi menjadi tiga bagian.
Antara bagian satu dengan lainnya dipisahkan dengan sekat kayu berukuran 10 cm. Lantai yang agak tinggi disebut Balai Melintang diperuntukkan untuk Ninik Mamak dan ulama.
Sedangkan lantai tengah untuk keluarga, serta lantai lorong yang menuju ke ruang kedua diperuntukkan bagi para pekerja. Sementara ruang kedua digunakan sebagai kamar tidur, dan ruang ketiga merupakan dapur untuk memasak.
 
Cangkok Rumah Tuo

Satu diantara rumah yang terlihat mencolok yakni rumah panggung di ujung kampung yang bewarna coklat terang, rumah yang ditempati oleh Iskandar ini konon merupakan satu diantara rumah tertua di sana berumur sekitar 700 tahun.

Rumah tuo ini saat ini juga berfungsi sebagai museum bagi Suku Batin di Dusun Tuo.

Sebelum mempersilahkan masuk ke dalam rumah, suguhan adat seni budaya ditampilkan di halaman depan rumah tuo yang lapang.

Tanah lapang yang dikelilingi rumah-rumah panggung penduduk Desa Tuo ini merupakan tempat dimana masyarakat berkumpul dan melakukan aktivitas bersama-sama, masyarakat, masyarakat Desa Tuo memang dikenal masih menjunjung tinggi budaya gotong royong kebersamaan bahkan hingga kini.

Suguhan Tari Semayo ditarikan oleh enam orang remaja putri, mengenakan baju bewarna hitam, dipadu dengan kain dan kepala dibalut tengkuluk warna putih, para remaja putri ini terlihat kompak menarikan tarian berirama rancak ini.

Ruang tengah Rumah Tuo

"Tarian Semayo artinya perundingan, kesepakatan ini juga ditarikan untuk menyambut tamu," kata Iskandar keturunan ke 14 dari Puyang Bungkuk pendiri dari Dusun Tuo Rantau Panjang. Usai tarian Semayo, dilanjutkan dengan tampilnya dua orang bocah memperagakan silat khas dari dusun tersebut.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved