Dampak Corona di Jambi

Pria di Tanjab Timur Ini Buka Jasa Pangkas Rambut Panggilan di Masa Covid-19

Meski usaha barunya tersebut cukup menghasilkan, dirinya tetap harus mengutamakan kewajibannya bertugas di Kedinasan. Setelah jam dinas kelar dirinya

Tribunjambi/Abdullah Usman
Jasa pangkas rambut panggilan di Tanjabtim di masa pandemi corona. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pandemi Covid-19 saat ini mengakibatkan lumpuhnya ekonomi berbagai sektor.

Seorang pemuda di Kabupaten Tanjabtim manfaatkan kondisi tetap di rumah dengan membuka jasa pangkas rambut panggilan.

Tukang cukur panggilan atau dalam bahasa gaulnya disebut 'Barber Call' menjadi salah satu peluang untuk menambah pundi rezeki di balik pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh Susanto pemuda asal Kabupaten Tanjabtim.

Kepada Tribunjambi.com, pria yang keseharianya bertugas di salah satu instansi di Pemerintahan Kabupaten Tanjabtim tersebut, menyadari dengan penghasilannya sebagai honorer perlu penghasilan lebih untuk memenuhi kebutuhan di masa pandemi saat ini.

Efek Corona Indeks Harga Saham Gabungan Terkoreksi di Kisaran 6.300

Konsleting Listrik Diduga Penyebab Terbakarnya Rumah di Kuala Tungkal

650 Hingga 700 Ton Gula Pasir Bakal Masuk ke Jambi Jelang Idul Fitri Melalui Bulog

Dengan bermodalkan tas jinjing berisikan peralatan cukur listrik miliknya, satu persatu dirinya mendatangi pelanggan yang akan menggunakan jasanya. Tentunya pelanggan yang telah melakukan pemesanan ataupun menelpon langsung.

"Peluang usaha melalui Barber Call ini sendiri lebih kurang baru sepekan berjalan, meski terbilang baru animo masyarakat cukup baik dan Alhamdulillah," ujarnya, Minggu (3/5/2020).

Selain hobi dan keterampilan, dirinya sengaja memanfaatkan peluang pandemi Covid-19, saat ini banyak warga yang harus berdiam di rumah. Tidak menutup kemungkinan banyak dari mereka yang membutuhkan jasa cukur rambut seperti ini.

"Kalau per hari saja bisa tiga hingga lima orang yang meminta untuk dipangkas rambutnya terlebih jika hari libur. Paling sedikitnya itu dua orang," tuturnya.

Meski usaha barunya tersebut cukup menghasilkan, dirinya tetap harus mengutamakan kewajibannya bertugas di Kedinasan. Setelah jam dinas kelar dirinya kembali menjajaki pelanggan yang telah menunggu.

Untuk saat ini, jasa Barber Call miliknya hanya mampu menjangkau wilayah di seputaran wilayah Sabak Timur dan Barat saja. Selain di bulan puasa juga untuk tetap waspada dan menjalankan instruksi pemerintah.

"Kita lihat lihat dulu juga, ketika ada konsumen yang pesan. Jika terjangkau dan aman kita terima jika tidak ya mohon maaf dulu," tuturnya.

Dalam sekali cukur, per kepalanya cukup membayar Rp 10 ribu, baik itu anak anak maupun dewasa sama. Dengan penghasilan tersebut dirinya dapat mengumpulkan rupiah Rp 50-80 ribu bahkan Rp 100 ribu per hari.

Dirinya berharap, kedepan usaha yang dilakoninya itu dapat berjalan lancar. Menjadi berkah Ramadhan di balik musibah wabah virus corona di Tanjab Timur saat ini. (Abdullah Usman)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved