News Video

VIDEO: Kondisi Masjid Seribu Tiang Saat Ramadan di tengah Pandemi Virus Corona

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Bulan Ramadan tahun ini dijalani dijalani umat muslim tidak seperti biasanya.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Berbeda dengan tahun sebelumnya, Bulan Ramadan tahun ini dijalani dijalani umat muslim tidak seperti biasanya.

Banyak sekali perbedaan ibadah yang dirasakan oleh umat muslim pada masa pandemi corona ini.

Di masjid Agung Al falah misalnya, di masjid ini pengurus mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak lagi mengerjakan Salat Tarawih.

Begitu juga dengan kegiatan buka bersama yang biasanya sering dilakukan kini sudah tak ada lagi, guna mencegah penyebaran virus corona.

Danrem 042/Gapu Kunjungi Kabupaten Bungo dan Singgung Perkembangan Covid-19 di Jambi

Bagaimana Hukumnya, Muslim yang Rajin Sedekah Namun Tidak Salat 5 Waktu?

Tribunjambi.com mencoba untuk melaksanakan solat ashar di masjid Agung Alfalah atau lebih dikenal sebagai masjid seribu tiang.

Saat jamaah masuk ke masjid, jamaah diharuskan untuk mencuci tangan serta harus memakai masker.

Namun sayangnya belum ada pengecekan suhu yang dilakukan oleh pengurus masjid. Hal ini dikarenakan pemerintah belum menyiapkan termometer untuk mengecek suhu jamaah yang masuk.

“Kalau kami modal yakin saja, karena masyarakat ya mau beribadah ya paling disuruh cuci tangan saja,” kata Afis, bagian keamanan Masjid Agung Alfalah.

10 Tips Cara Mengatasi Bau Mulut saat menjalani Ibadah Puasa - Hindari Makan Bawang Putih-Berkumur

Begini Isi Surat Perobohan Masjid yang Beredar di Sosial Media, Bikin Warganet Heboh, Ternyata

Pelaksanaan solat wajib di masjid Seribu Tiang ini juga masih dilakukan sesuai dengan rukun solat, yakni merapatkan shaf. Namun jamaah yang melaksanakan solat berjamaah saat ini sudah sedikit.

Biasanya saat Ramadan solat wajib biasanya hingga mencapai 3 shaf penuh. Sementara pada Ramadan tahun ini hanya satu shaf saja, itupun terlihat tidak penuh.

Muhammad Zubir Pengurus Masjid Al Falah mengatakan bahwa saat terjadi virus corona memang terjadi penurunan jumlah jamaah secara drastis.

Namun dirinya tidak bisa memungkiri, hal ini karena merupakan bagian dari imbauan pemerintah.

“Artinya masyarakat sudah mulai paham akan bahaya penyebaran virus corona,” sebutnya.

Begitu pula dengan kegiatan malam yang biasa dilakukan di bulan suci Ramadan, kini sudah ditiadakan. Seperti tadarus, qiyamulail, itikaf, dan lainnya.

“Di masjid hanya boleh untuk melakukan salat fardhu secara berjamaah. Lebih dari itu tidak boleh lagi. Termasuk Salat Jumat,” pungkasnya.(Tribunjambi.com/Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved