Mantan Kades Bukit Talang Mas Akui Palsukan Tandatangan Camat.

Yudiono menjalani sidang pemeriksaan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana desa Bukit Talang Mas.

Tribunjambi/dedi nurdin
Sidang pemeriksaan saksi korupsi Dana Desa Bukit Talang Mas, Kabupaten Sarolangun di Pengadilan Tipikor Jambi, waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Yudiono menjalani sidang pemeriksaan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana desa Bukit Talang Mas, Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun tahun 2015 dan 2016 di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (29/4/2020).

Sidang digelar secara daring dengan majelis hakim yang diketuai Victor Togi Romahorba dibantu dua hakim anggota.

Pada persidangan itu, majelis hakim sempat mempertanyakan soal dana koperasi PKK Desa Bukit Talang Mas yang diduga turut diselewengkan terdakwa.

"Masih ingat di persidangan sebelumnya saksi dari PKK bilang uang yang diterima hanya 15 juta, memang segitu jumlah yang harusnya diserahkan?,"tanya hakim.

Dalam Hitungan Jam Polsek Jaluko Bekuk Pencuri Truk, Pelaku Dihadiahi Timah Panas

Motor Hilang Kendali, Pengendara Motor di Bungo Tewas Menabrak Truk Tronton

Video Detik-detik Pasien COVID-19 Lombok Kabur dari Rumah Sakit dan Ditemukan Bersembunyi di Sawah

"Iya betul yang mulia hanya 15 juta, kurang 5 juta. Mestinya 20 juta. terpakai kemarin untuk program lain," dalih terdakwa Yudiono.

Bahkan diketahui jika anggaran yang seharusnya diserahkan tahun 2015 ini baru diserahkan ke PKK oleh terdakwa ditahun 2016.

Terdakwa juga kembali dikonfirmasi oleh majelis hakim mengenai adanya dugaan pemalsuan tanda tangan Camat Singkut sebagai syarat untuk pencairan anggaran Dana Desa.

Terdakwa mengaku kalau yang memalsukan tanda tangan camat itu dilakukan oleh Saiful, sekretaris desa. Itu dilakukan karna Camat Singkut tidak mau merekomendasikan pencairan kedua dan ketiga karna pertanggung jawaban anggaran dari Kepala Desa Bukit Talang Mas belum diselesaikan.

"Itu yang buat tandatangannya Saiful yang mulia, saya tahu," kata terdakwa.

Dalam kasus ini, terdakwa Yudinono diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2015 dan tahun 2016.

Dimana hasil adit Inspektorat ditemukan kerugian negara senilai Rp 402 juta pada sejumlah pekerjaan yakni pembanunan drainase jalan desa, anggaran koperasi PKK dan pengecoran lantai halaman PAUD. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved