Advertorial
Fachrori : Kita Harus Lebih Siaga Cegah Karhutla
Dengan harapan agar tidak terjadi karhutla, dan jika ada karhutla, bisa segera dikendalikan (dipadamkan) dan tidak menjadi kebakaran besar.
5. Penyiapan regu dan sarana prasarana karhutla pada pemegang izin kehutanan dan perkebunan (monev)
6. Imbauan melalui media cetak, elektronik (setelah diterapkan Status Siaga Karhutla oleh Gubernur Jambi lebih diintensifkan).
“Tahun 2020 ini, Pemerintah Provinsi Jambi berupaya meminimalisir dan mengantisipasi karhutla dengan cara mengoptimalkan pencegahan dengan melibatkan semua unsur, baik pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," ujar Fachrori.
Fachrori menuturkan, dari luas daratan Provinsi Jambi 5,1 juta hektar, kawasan hutan 2,1 juta hektar (42%), dan Provinsi Jambi memiliki lahan gambut 617.562 hektar, yang tersebar di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Merangin, dan Kota Jambi.
Kapolda Jambi Irjen Pol.Firman Shantiabudi menyatakan, pencegahan dan pengendalian karhutla ini merupakan salah satu atensi dalam rapim Polri beberapa waktu yang lalu.
Dia sangat mendukung pembangunan sesort (pos aju) untuk penegendalian karhutla, seperti yang diusulkan oleh Kementerian LHK, namun menyarankan agar resort harus dekat dengan sumber air atau tempat air, karena jika resort jauh dari sumber air, maka pemadalam tidak akan efektif manakala terjadi karhutla.
Selain itu, Kapolda mengharapkan dukungan dari Kementerian LHK untuk mengakses lokasi atau kawasan yang berada dibawah Kementerian LHK.
Danrem 042/Gapu, Kolonel Kav.M.Zulkifli menyampaikan, selama ini mengerahkan pasukan di sekitar titik-titik lokasi karhutla, dan menyiagakan pasukan 5 SSK, serta menyiagakan pelaratan pemadaman karhutla. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/gubernur-jambi-kapolda-dan-danrem-042gapu-rapat-membahas-karhutla.jpg)