Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

wisata virtual

Melihat Nenek Moyang Bangsa Indonesia di Museum Sangiran Secara Virtual

Jika Anda masih tertarik dengan nenek moyang Bangsa Indonesia, Anda harus ke Museum Manusia Purba Sangiran bisa dikunjungi secara virtual

Editor: rida
Tribun Jateng
Museum Manusia Purba Sangiran 

TRIBUNJAMBI.COM - Pertanyaan yang sering melintas dalam benak manusia adalah tentang asal-usul. Dari mana asal kita? Tentu banyak jawabannya dari segi sains atau pun agama. Lalu tentu saja yang paling mudah kita bisa menelisik nenek moyang Indonesia.

Jika Anda masih tertarik dengan nenek moyang Bangsa Indonesia, Anda harus ke Museum Manusia Purba Sangiran ,yang memang khusus bertema manusia purba di Indonesia.

Gerbang masuk Museum Manusia Purba Sangiran sangat khas, dengan replika gading gajah jawa.
Gerbang masuk Museum Manusia Purba Sangiran sangat khas, dengan replika gading gajah jawa. (wisata virtual Museum Sangiran)

Koleksi utama museum yang terletak di Jawa Tengah ini, tepatnya 15 kilometer ke arah utara kota Surakarta, adalah fosil-fosil manusia yang ditemukan di kawasan tersebut.

Di situs ini ditemukan pula fosil manusia purba yang disebut Meganthropus karena ukuran tulang-belulangnya yang besar, serta fosil aneka hewan dan artefak masa prasejarah.

Anda tentu tidak menyangka bahwa di Pulau Jawa ini berkeliaran gajah dan kuda nil, sebagai fauna endemik pulau ini. Nah, di museum ini kita bisa melihat fosil dua hewan tersebut.

 

Wisata virtual

Tentu saja kita tak bisa berkunjung langsung ke sana pada saat ini, karena masih harus diam di rumah untuk mencegah penularan virus corona.

Namun kunjungan secara virtual bisa dilakukan, sebab museum ini sudah memiliki fasilitas wisata virtual.

Caranya cukup mudah, yakni berkunjung ke situs kebudayaan.kemdikbud.go.id/virtualmuseum, dan kita langsung di bawa ke sana.

Halaman pertama situs ini adalah foto Situs Sangiran dari udara. Kita bisa memutar-mutar situs ini untuk melihat kondisi lingkungan di sekitar museum.

Kompleks Situs Sangiran dilihat dari udara.
Kompleks Situs Sangiran dilihat dari udara. (wisata virtual Museum Sangiran)

Foto-foto pada wisata virtual ini dibuat panorama, dan berputar secara otomatis untuk menampilkan sebuah ruangan secara menyeluruh.

Namun pengunjung juga bisa mengendalikan sendiri wisata virtualnya, lewat semacam panel dashboard yang ada di setiap halaman.

Dengan begitu pengunjung bisa memperbesar tampilan, untuk melihat lebih detail koleksi yang ditampilkan.

Pengelola wisata virtual ini juga menyediakan informasi interaktif, yang harus diklik dulu untuk memunculkannya (pop-up).

Tampak panel dashboard di sudut kanan bawah, agar pengunjung bisa mengendalikan wisata virtualnya.
Tampak panel dashboard di sudut kanan bawah, agar pengunjung bisa mengendalikan wisata virtualnya. (wisata virtual Museum Sangiran)

Halaman yang muncul diatur berdasarkan urutan linear informasi, seperti pengaturan di museum tersebut.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved