Positif Corona Jambi 32
Dua Pasien Covid-19 Merangin Dirujuk ke RSUD Muara Bungo, Jubir: Ruang Isolasi Kita Penuh
Safaruddin, Kepala Dinas Kesehatan Bungo sekaligus juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bungo mengatakan, masih membahas penempatan.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Dua pasien positif corona di Kabupaten Merangin yang akan dirujuk ke RSUD H Hanafie Muara Bungo bakal batal. Sebab ruang isolasi di rumah sakit itu saat ini sedang penuh.
Safaruddin, Kepala Dinas Kesehatan Bungo sekaligus juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bungo mengatakan, masih membahas penempatan. Sebab untuk saat ini tidak ada pengosongan ruang isolasi.
Sehingga untuk saat ini, jumlah ruangan yang ada di RSUD H Hanafie Muara Bungo sebagai rumah sakit rujukan sudah penuh.
• Gubernur Jambi Gercep Saat Tahu Daun Sungkai Dipercaya Bisa Jadi Obat Virus Corona, Lakukan Hal Ini
• BREAKING NEWS Drastis Tambah 11 Positif Corona di Jambi, Total 32 Positif Corona, Sembuh 1 Orang
• BREAKING NEWS Pulang Dari Pernikahan Anak di Jawa Timur, Warga Bungo Positif Rapid Test
"Sampai sekarang kamar kita (ruang isolasi) masih tiga, dan tidak bisa kita bisa kita gabungkan semua pasien, tetap satu kamar satu orang," ujar Safaruddin Matondang, Kepala Dinas Kesehatan Bungo, Minggu (26/4/2020).
Namun apabila selanjutnya RS rujukan di Kabupaten Bungo tersebut tidak siap, maka pihaknya menganjurkan untuk dirujuk ke Batanghari. Hal itu pun telah disampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan Merangin.
"Kemungkinan besar alternatifnya akan dicari ke Batanghari," katanya.
Namun terkait kesiapan rumah sakit RSUD H Hanafie Muara Bungo, sebagai rumah sakit rujukan, Safruddin mengatakan rumah sakit rujukan di Provinsi Jambi bukan hanya di Kabupaten Bungo. Melainkan ada tujuh rumah sakit lainnya.
"Daya tampung kita kan cuman tiga, nah sisanya ya dirujuk ke tempat lain. Oleh siapa, oleh yang mau merujuk. Kalau kita (Bungo) yang punya pasien, kita yang merujuk ke tempat lain," ujarnya
Menurutnya, masyarakat yang paham kondisi saat ini apabila dinyatakan positif Covid-19 dan tanpa gejala tidak perlu dirwat di rumah sakit, melainkan di rumah saja.
"Tapi kalau masyarakat itu paham sebenarnya dengan kondisi sekarang, kalau tidak perlu dirujuk, dia tidak ada keluhan, tapi dia positif, dirumah saja. Tapi siapa yang bisa menahan dia. Ini sekarang yang ada di rumah sakit, dua orang itu tanpa gejala, seharusnya bisa diisolasi dirumah. Tapi siapa yang mau mengurus dia, ada?," katanya.
Meski demikian, dedepannya pihaknya akan mengupayakan ruangan yang akan dijadikan ruang isolasi. (Darwin Sijabat)