Breaking News:

Virus Corona di Jambi

Atasi Kelangkaan Gas Subsidi, Pembangunan Jaringan Gas di Sarolangun Justru Terdampak Covid-19

Program jaringan gas (Jargas) di Provinsi Jambi tahun ini dibangun di Kabupaten Muarojambi dan Sarolangun.

Penulis: Zulkipli | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi Mukhtamar Hamdi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Program jaringan gas (Jargas) di Provinsi Jambi tahun ini dibangun di Kabupaten Muarojambi dan Sarolangun. Terlihat di daerah Kabupaten Muaro Jambi sudah mulai pekerjaan fisik.

Menurut Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setdaprov Jambi, Mukhtamar Hamdi pekerjaan ini dilakukan di Muaro Jambi tepatnya di tiga kecamantan.

"Untuk Muaro Jambi direncanakan di Kecanatan Jaluko, Sekernan dan Kumpeh," sampainya saat dikonfirmasi Tribunjambi.com (23/4) di ruang kerjanya.

Kata dia ini bisa dipergunakan untuk 10 ribu sambungan rumah (SR). Jika terealisasi ini bisa jadi solusi untuk mengatasi permasalahan gas LPG 3 kg karena jaminan ketersediaannya terjaga, yakni gas dengan harga yang murah.

Bupati Romi Keluarkan Surat Edaran Terkait WFH untuk Guru di Tanjab Timur

16 Ribu Warga Terdampak Covid-19 di Bungo Akan Terima Bantuan Pemerintah, Segini Jumlahnya

Jelang Puasa Ramadan, Penjual Daging di Pasar Muara Bungo Mengeluh Sepi Pembeli, Dampak Covid-19

"Untuk mekanismenya tergantung usulan di daerah kabupaten/kota," ujarnya.

Untuk pendataan rumah tangga yang mendapat sambungan ini nantinya tergantung kualifikasi dari kabupaten/kota. "Mekanisme penerimanya ada didaerah," ujarnya.

Kemudian untuk lanjutan tahapan pekerjaan pembangunan jaringan kini sudah berjalan, dan nantinya diharapkan pertengahan 2020 sudah operasional. Ditegaskannya kalau melihat dari proyek yang telah ada di Kota Jambi ini diperuntuntukkan seperti gas subsidi.

"Kalau dilihat di Kota Jambi stoknya terjamin, dan membantu masyarakat pada program City Gas," jelasnya.

Untuk pengerjaan sendiri dikelola langsung oleh Kementerian ESDM RI. Ini juga terlihat pada papan plang pengerjaan proyek yang menyebutkan pekerjaan ini merupakan proyek strategis yang dijuga telah dikawal oleh Polri.

Selain itu, untuk di Kabupaten Sarolangun dikabarkan pekerjaanya sempat tertunda. Karena berkaitan dengan wabah Covid-19.

"Sarolangun kita tak tahu persis dimana rencananya kota Sarolangun, yang jelas untuk di Sarolangun minta ditunda pembangunannya dulu, ini mungkin berkaitan juga dengan adanya tenaga kerja jawa, namun untuk lengkapnya mungkin Dinas ESDM Provinsi yang lebih mengetahui," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas ESDM Harry Andria belum bisa dikonfirmasi, begitupun Kabid Energi Baru dan Terbarukan belum bisa memberikan pernyataan terkait pembangunan jargas ini.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved