Breaking News:

Positif Corona Tambah Lagi

Bupati Romi Keluarkan Surat Edaran Terkait WFH untuk Guru di Tanjab Timur

Pemda Tanjabtim terapkan pelaksanaan tugas kedinasan di rumah untuk bidang pendidikan bagi guru ASN, Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunmadura.com
Ilustrasi PNS 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK -Pemda Tanjabtim terapkan pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (Work From Home) untuk bidang pendidikan bagi guru ASN, Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Tanjabtim Nomor 428/SE/BUP. ORG/2020 tanggal 17 April 2020 tentang pelaksanaan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggal (Work From Home) bidang pendidikan masa darurat penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Tanjabtim.

Pelaksanaan kebijakan itu juga menindaklanjuti Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Penyebaran Covid-19.

16 Ribu Warga Terdampak Covid-19 di Bungo Akan Terima Bantuan Pemerintah, Segini Jumlahnya

Jelang Puasa Ramadan, Penjual Daging di Pasar Muara Bungo Mengeluh Sepi Pembeli, Dampak Covid-19

Keberangkatan Jemaah Haji di Jambi Tunggu Putusan Kemenag, Pemerintah Siapkan Sekenario Ini

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmat, melalui Kabid SD, Refli mengatakan, pelaksanaan tugas di rumah atau tempat tinggal ini merupakan kegiatan untuk mencapai sasaran kerja dan memenuhi target kinerja guru dilengkapi dengan output laporan hasil pelaksanaan tugas.

"Harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan memperhatikan internet protokol pengaman pemanfaatan jaringan telekomunikasi untuk pencapaian sasaran kerja," ujarnya.

Dijelaskannya, selama pemberlakuan pelaksanaan tugas kedinasan ini, absensi yang digunakan oleh guru yang bertugas di kantor atau sekolah adalah absensi manual, dan harus memperhatikan jarak aman (Social Distancing).

"Guru yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor atau sekolah dapat hadir sesuai dengan sistem kerja yang berlaku dengan mempertimbangkan kondisi guru bersangkutan," ungkapnya.

" Sedangkan bagi guru yang berdomisili di luar Kabupaten Tanjabtim, agar selama kondisi darurat wabah Covid-19 diimbau tetap tinggal di wilayah Kabupaten Tanjabtim," tambahnya.

Lebih lanjut, guru memiliki tanggung jawab untuk mentaati penugasan yang ditetapkan oleh masing-masing pimpinan unit kerja untuk melakukan presensi secara berkala sesuai dengan jam kerja melaksanakan tugas kedinasan.

"Pemberitahuan kepada masing-masing unit kerja melalui pesan elektronik seperti SMS, WhatsApp, email dan pesan elektronik lainnya yang disepakati," bebernya.

Dia juga mengimbau, kepada Korwil, Kepala Sekolah dan Kepala Satuan Pendidikan untuk membuat dan mengatur jadwal kehadiran guru, menerima, memeriksa serta memantau pelaksanaan tugas guru secara berkala.

Selain itu, lanjutnya, memberikan teguran kepada guru yang bersangkutan apabila tidak melaksanakan tugas selama kedinasan sesuai peraturan perundang-undangan tentang kedisiplinan kepegawaian.

"Nantinya melalui Korwil Pendidikan Kecamatan melaporkan hasil tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggal ASN kepada Dinas Pendidikan Tanjabtim," tegasnya.

Mayat Bayi Dibungkus Karung Putih, Sempat Dikira Paket Kiriman dan Dibuang ke Semak-semak

Bantu Warga Terdampak Covid-19, PT TGM Berikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Desa Muara Jambi

Dalam hal ini guru dan Kepala Sekolah berkewajiban membuat laporan bekerja di rumah hanya pada kebijakan bekerja di rumah (Work Form Home), bukan pada jadwal libur sesuai kalender pendidikan 2019/2020.

"Guru diberikan tugas kedinasan di kantor, instansi pemerintah harus memperhatikan protokol kesehatan yang telah diterbitkan oleh Kemensos," pungkasnya (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved