Positif Corona Jambi Tambah 5

Warga Dua Desa Koto Iman Kerinci Gelar Ritual Tolak Bala Agar Terbebas dari Corona

Masyarakat dua desa Koto Iman, Kecamatan Tanco, Kabupaten Kerinci mengelar ritual tolak bala.

Stocktrek Images/Getty Images
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Masyarakat dua desa Koto Iman, Kecamatan Tanco, Kabupaten Kerinci mengelar ritual tolak bala. Prosesi ini dilakukan agar masyarakat setempat terbebas dari bahaya yang terjadi, mengingat saat ini banyak musibah, seperti bawah virus corona.

Ritual tolak bala yang dilakukan warga dua desa ini yakni, azan di lima titik yang telah ditentukan. Empat titik itu, diantaranya dilakukan di pintu masuk desa dan satu di tengah-tengah desa.

"Kegiatan ini kita lakukan selama tiga hari berturut-turut," ungkap tokoh masyarakat setempat.

Katanya, ritual yang dilakukan, selain azan di lima titik penjuru desa. Bersama dengan itu juga ada ritual adat lain dilakukan, yang tujuannya untuk mendinginkan desa.

Bantu Petani Karet di Tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Akan Beli Karet Petani, Segini Harganya

Pasien Positif Covid-19 di Kota Jambi Bertambah 4 Orang, Ini Identitasnya

7.900 Warga Tanjab Timur Terdampak Corona Bakal Terima Bantuan dari Kemensos

"Setelah azan dilakukan sekitar pukul 17.00 wib, kemudian dilanjutkan dengan ritual adat lainnya," jelasnya.

Selama prosesi dilakukan, masyarakat setempat dilarang ke luar rumah. Hanya petugas yang telah ditentukan yakni, mereka yang melakukan ritual saja yang dibolehkan berada di luar rumah.

"Ritual dilakukan sekitar pukul 17.00 wib. Namun masyarakat dari pukul lima sore hingga pukul delapan malam atau selesai solat isya tidak boleh keluar rumah," sebutnya.

Sekdes Desa Koto Iman, Hendri Akbar didampingi Kades Agung Koto Iman, Rengki Andika membenarkan hal itu. Ia mengatakan, sebelum prosesi tolak bala ini dilakukan, terlebih dahulu diadakan rapat.

Rapat dihadiri oleh lembaga adat, nenek mamak, orang tua cerdik pandai, tokoh masyarakat, pemuda, BPD dan pemerintahan desa dua desa. Pertemuan tersebut membahas rencana ritual yang akan dilakukan tersebut.

"Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut, mulai hari ini Selasa (21/4) sampai Kamis (23/4)," katanya, Selasa (21/4).

Diceritakannya, ritual tolak bala seperti ini telah dilakukan sejak zaman nenek moyong mereka. Yakni, apa bila ada bencana, seperti angin kencang, penularan penyakit dan lainnya.

"Dulu nenek moyang kami jika ada bencana datang, maka dilakukan ritual tolak bala. Dengan kondisi saat ini, maka kegiatan seperti itu kembali kita lakukan," pungkasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved