Dampak Corona saat Ramadan
Pasar Beduk di Sarolangun Ditiadakan, Pedagang Disarankan Jualan Online
Aktivitas pasar beduk di Kabupaten Sarolangun pada bulan Ramadan kali ini resmi ditiadakan.
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Aktivitas pasar beduk di Kabupaten Sarolangun pada bulan Ramadan kali ini resmi ditiadakan.
Meski sebelumnya sempat mendapatkan protes oleh para pedagang, akhirnya Selasa (21/4) mereka sepakat dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Ditiadakannya pelaksanaan pasar bedug ini mengingat kondisi darurat Covid-19 dan demi keselamatan bersama.
• Dampak COVID-19, Kota Ini Dijuluki Kota Mayat, 6.700 Orang Tewas Dalam 2 Minggu, Jasad Berserakan
• BREAKING NEWS Positif Corona di Jambi Tambah 5 Orang, Jadi 13 Orang, Update 21 April 2020
"Alhamdulillah Ibu-ibu pedagang pasar memaklumi kondisi saat ini," kata Kepala Dinas Disperindag Sarolangun, Kasiyadi, Selasa (21/4).
Katanya, perihal itu sudah dimusyawarahkan kepada para pedagang. Dalam mediasi itu, pihaknya mengimbau kepada para pedagang jika ingin berjualan tidak dengan cara berkerumun. Hingga mengakibatkan penumpukan banyak orang.
"Sudah kami selesaikan di rumah dinas dengan perwakilan ibuk- ibuk pedagang. Memang tidak ada kegiatan pasar beduk. Disarankan orang itu jika memang rumah di depan jalan, jualan di depan rumah atau berjualan di media sosial secara online," katanya.
Lanjutnya, sekitar ada 15 perwakilan pedagang yang ikut dalam mediasi kali ini. Pada prinsipnya memang mereka sudah mengetahui situasi dan kondisi dan menyetuji edaran yang sudah diberikan.
Hanya saja mereka mengeluhkan jika tidak berjualan, ekonomi mereka merosot, sedangkan hal seperti bantuan Covid-19, mereka belum mendapatkannya.
"Kami minta KTP, mau diupayakan, jika memang dapat, tetapi tidak tahu bantuannya atau berupa beras atau berupa yang lainnya," katanya.