Virus Corona di Jambi

Khawatir Bawa Corona, Warga Sarolangun Tolak Ratusan Pekerja Jaringan Gas dari Pulau Jawa

Warga menolak lantaran pekerja dari Pulau Jawa itu ditakutkan akan membawa wabah virus corona yang tak kasat mata itu.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Ratusan pekerja dari Pulau jawa ditolak warga Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Ratusan pekerja jaringan gas (Jargas) asal Pulau Jawa di Kabupaten Sarolangun mendapatkan penolakan dari warga.

Warga menolak lantaran pekerja dari Pulau Jawa itu ditakutkan akan membawa wabah virus corona yang tak kasat mata itu.

Meski demikian, pihak pemkab tetap meneruskan para pekerja itu mengerjakan proyek dari pusat itu.

Update Penyebaran Covid-19 Per Kecamatan di Padang, 48 Kasus Positif, 2 Kecamatan Ini Nihil Kasus

Danrem 042/Gapu Bakal Diganti, Gubernur Jambi Ucapan Terima Kasih Kepada Kolonel Arh Elphis Rudy

Dua Remaja Putri di Kerinci Dikabarkan Hilang Sejak Kemarin, Diposting ke Grup Media Sosial

Sekda Sarolangun, Endang Abdul Naser mengatakan pengerjaan proyek nasional yaitu jaringan gas rumah tangga sudah melalui proses rapat.

"Rapat forkopimda kita sudah meminta sesuai prosedur protokol mengacu pada Covid-19. Orang itu sudah lama di Muarojambi dan sudah kerja di sana, sudah dikarantina di sana, koordinasi dengan Dinkes Muarojambi juga sudah," katanya, Senin (20/4/2020).

"Kita sudah sesuai protokol Covid-19, mereka juga sanggup menyediakan peralatan tim medis Covid-19 dibantu tim gugus kita," ujarnya.

Beberapa poin penting, pekerjaan proyek itu tetap dilanjutkan bahwa proyek tersebut adalah strategi nasional dari pemerintah pusat.

Proyek jaringan gas rumah tangga nantinya akan selesai akan digunakan untuk masyrakat Kecamatan Sarolangun, sekitar 5 ribuan jaringan gas secara gratis.

"Untuk masyarakat Sarolangun, sebanyak 5 ribuan lebih secara gratis, ini banyak manfaaatnya, jangan salah kaprah," ujarnya.

Terkait Covid-19 ini, lanjutnya, jika Kabupaten Sarolangun atau wilayah Jambi belum memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), proyek tetap dilajutkan dan tetap memerhatikan protokoler Covid-19.

"Ada prosedur dan malam diawasi oleh Babinkamtibmas, supaya mereka tidak bekeliaran, ini perintah pak dandim dan pak kapolres," katanya.

"Tetap kita pantau dan mereka bersedia menyiapkan ambulan dan tenaga medis. kita sebenarnya takut juga, tetapi memang protokoler kesehatannya ikut ya sudah," sebutnya.

Dengan begitu juga, pihaknya sudah meminta kepada camat dan lurah setempat agar mensosialisaikan hal ini kepada masyarakat.

"Koordinasikan kepada masyarakat dan jelaskan tujuan para pekerja jaringan gas ini. Di Jambi, kita paling bayak dapet jaringan gas," jelasnya. (Wahyu)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved