Hasil Uji Swab Pasien Keluar
8 TKI dari Malaysia yang Pulang ke Tanjab Timur, Langsung Jalani Proses Karantina di Mes Pemda
Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), dalam pencegahan penularan Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), dalam pencegahan penularan Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).
Diantaranya dengan mendirikan posko kesehatan di wilayah perbatasan dan juga melakukan karantina terhadap warga yang baru saja tiba dari luar negeri, guna mengantisipasi penyebaran wabah virus corona.
Saat ini tercatat ada sekitar 338 orang dalam kategori klasifikasi lain yang masuk dalam proses pemantauan. Mereka tersebut terdiri dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia, yang baru tiba di Tanjabtim, juga para santri dan lainnya.
• Dampak Virus Corona, Petani Padi di Tanjab Timur Kesulitan Memasarkan Beras
• Baru 2 Hari Dinyatakan Sembuh dari Corona, Pasien di Lumajang Meninggal saat Karantina Mandiri
"Dari total 338 orang tadi, 101 diantaranya merupakan santri, 8 lainnya merupakan TKI, dan 229 dari beragam," beber Sekda Tanjabtim, Sapril, yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Tanjabtim.
8 TKI yang sudah pulang kata Sapril, saat ini sedang menjalani proses karantina oleh pmerintah daerah di Mes Pemda. Karantina tersebut akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Dari jumlah tersebut, yang telah selesai dilakukan pemantauan bilang Sapril, sudah 179 orang. Masih ada 184 orang lagi yang saat ini masih dalam tahap pemantauan oleh petugas medis.
Selain itu, Pemkab Tanjabtim melalui Gugus Tugas Covid-19 juga terus melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).
Hingga saat ini jumlah ODP di Kabupaten Tanjabtim masih berjumlah 10 orang dengan rincian 9 diantaranya telah selesai melalui tahap pemantauan dan satu orang lagi dalam proses.
Untuk PDP sendiri juga tidak mengalami perubahan, sejak beberapa pekan terakhir jumlah PDP di Tanjabtim hanya 1 orang dan saat ini dalam proses pengawasan.
"Untuk orang tanpa gejala OTG sendiri telah selesai pemantauan, dan saat ini jumlahnya nol," tuturnya.(Tribunjambi.com/Abdullah Usman)