Virus Corona
Polisi Ekuador Kumpulkan 771 Mayat di Episentrum Covid-19, Begini Penampakannya
Alhasil, banyak diantara mayat itu disimpan di rumah-rumah atau bahkan ditinggalkan begitu saja di jalanan.
TRIBUNJAMBI.COM, EKUADOR - Pemandangan yang mengerikan terlihat di Guayaquil, Ekuador.
Polisi di Ekuador memindahkan hampir 800 mayat dalam beberapa pekan terakhir dari rumah-rumah di Guayaquil.
Dikutip dari Al Jazeera, Guayaquil adalah episentrum penyebaran virus corona ( Covid-19 ) di Ekuador.
Seperti yang diketahui sebelumnya, para pekerja kamar mayat di kota pelabuhan Pasifik ini telah kewalahan dalam mengatasi tumpukan mayat yang bertambah terus menerus hingga kini.
Alhasil, banyak diantara mayat itu disimpan di rumah-rumah atau bahkan ditinggalkan begitu saja di jalanan.
Warga setempat memposting video ini dan tidak lama viral di media sosial.
• Live Streaming TVRI Belajar khusus Siswa SD Kelas 4-6 Pukul 10.00 WIB, Cek Jadwal Terbarunya
• Ditelepon Kapolri Lantaran Bantu Kubur Pasien Corona, Curhatan Bripka Jerry Tumondo: Siap Jenderal!
• Pengakuan Terlarang Raffi Ahmad Pernah Bosan Jalani Rumah Tangga, Nagita Slavina: Cari yang Lain Gk?
"Jumlah yang kami kumpulkan dengan satuan tugas dari rumah-rumah penduduk melebihi 700 orang," kata Jorge Wated, pemimpin tim polisi dan personil militer untuk membantu mengatasi Covid-19.
Pada Minggu (12/4/2020), Wated menulis cuitan bahwa dia dan pasukan gabungannya telah mengamankan 771 mayat dari rumah-rumah warga.
Namun 631 diantaranya berasal dari rumah sakit yang kelebihan kapasitas mayat.
Wated tidak merinci apa saja penyebab kematian para jenazah ini.
Kini sebanyak 600 jenazah sudah dikuburkan oleh pihak yang berwenang.
Ekuador mencatat ada 7.500 kasus Covid-19 sejak 29 Februari lalu.
Provinsi Guaya menyumbang lebih dari 70 persen korban infeksi Corona di negara itu.
Sedangkan ada 4.000 kasus di Ibu Kota Guayaquil.
Sementara itu pada Selasa (14/4/2020), Worldometers mencatat ada 7.529 kasus di Ekuador.
Kemudian sebanyak 355 meninggal dunia dan 597 sembuh.
Militer dan polisi mulai bertindak setelah tiga minggu kamar mayat kewalahan menerima banyaknya jumlah jenazah.
• Baru Beberapa Jurus Ahli Karate Jepang Terjengkang di Tangan Pesilat Kopassus, Tapi Tetap Hormat
• Resmi Mundur dari Sekjen PSSI, Curhatan Ratu Tisha: Hati Saya kalau Dibelah, Isinya Hanya Sepak Bola
Saking kewalahannya, kamar jenazah di Guayaquil dilaporkan mengalami keterlambatan layanan forensik.
Warga Guayaquil memposting video di media sosial tentang mayat yang ditinggalkan di jalanan.
Sejatinya mereka ingin agar pemerintah setempat membantu mereka untuk menguburkan sanak saudara yang meninggal ini.
Kini pemerintah Ekuador telah mengambil alih tugas pemakaman ini.
Sebab diantaranya mengalami keterbatasan finansial untuk menguburkan jenazah.
Pada awal April lalu, Wated mengatakan bahwa kematian akibat Covid-19 diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.500.
Angka ini prediksi untuk Provinsi Guayas saja.
Pemerintah Dianggap Lamban
Guayaquil adalah pusat ekonomi Ekuador, dan merupakan pelabuhan utama Pasifik.
Menurut laporan France24, kota di Provinsi Guayas ini tampaknya rentan terhadap virus sejak awal.
Sebagai pusat utama, perjalanan ke dan dari Eropa-Amerika Serikat sangat intens pada Februari dan Maret.
Di sinilah kasus pertama Covid-19 di Ekuador terdeteksi pada Februari silam dari seorang wanita lansia yang kembali dari Spanyol.
Sejatinya pandemi ini diperparah oleh kelalaian pemerintah.
Ekuador dinilai sangat lambat menangani pandemi ini, menurut Daniel Simancas, seorang ahli epidemiologi di Equinox University of Technology di Quito.
"Ini mengarah pada konsekuensi yang menghancurkan yang telah kita lihat. Pihak berwenang sendiri telah meminta maaf atas kurangnya strategi dalam pengelolaan mayat, dan meramalkan apa yang dibutuhkan dalam bahan medis," kata Simancas. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lebih dari 700 Mayat Dikumpulkan Polisi Ekuador di Guayaquil yang Jadi Episentrum Covid-19
• Pengakuan Tak Biasa Bima Arya Saat Dirawat di RS Sebelum Sembuh Corona: Malam Mualnya Makin Hebat
• Live Streaming TVRI Jadwal Belajar dari Rumah Hari Ini Selasa 14 April 2020, Mulai Pukul 08.00 WIB
• Info Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Selasa 14 April 2020, Cuaca Ekstrem di Jambi, Jatim dan Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/viral-foto-mayat-korban-covid-19-bergelimpangan-di-jalan-begini-fakta-sebenarnya.jpg)