Breaking News:

Virus Corona

Lockdown Total atau Setengah-Setengah, Begini Penjelasan Kepala Beppeda Provinsi Jambi

Pandemi virus Covid-19 berdampak ke semua sendi-sedi kehidupan, tak terkecuali di sektor perekonomian di Provinsi Jambi.

Penulis: Zulkipli | Editor: Deni Satria Budi
Lockdown Total atau Setengah-Setengah, Begini Penjelasan Kepala Beppeda Provinsi Jambi
Tribunjambi.com/Zulkifli
Kepala Bappeda Provinsi Jambi Doni Iskandar

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi virus Covid-19 berdampak ke semua sendi-sedi kehidupan, tak terkecuali di sektor perekonomian di Provinsi Jambi.

Terkait hal ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi Doni Iskandar, menyampaikan bahwa yang harus diprioritaskan pertama saat ini adalah penanganan serta pengamanan sosial.

Menurut Doni, Pemerintah Daerah mau tidak mau harus menjaga dulu ketersediaan rupiah. Sebab, kata Dony, tidak menutup kemungkinan pendapatan daerah jauh menurun karena perekonomian terpuruk.

BREAKING NEWS Update Virus Corona 13 April 2020 di Provinsi Jambi, PDP Naik, Cek Sebarannya

Provinsi Jambi Tanggap Darurat Status Corona Sudirman: Sudah Naik Sejak Memunculkan Dana Rp11 Miliar

"Transfer dari pusat pun berkurang jauh, kan sudah diumumkan sama Pak Presiden Jokowi berkali-kali. Jadi memang sulit bagi kita sekarang menghadapi apapun," kata Doni, kepada Tribunjambi.com, Senin (13/4/2020).

Kalau bisa kata Dony, dana yang ada di Pemprov ditahan dulu. Lelang-lelang kegiatan ditunda dulu, karena saat ini tidak jadi prioritas. Keselamatan masyarakat harus didahulukan.

"Jadi saya sendiri masih mencari masukan dari pakar ini, bagaimana menghadapi bencana dan bagaimana menghadapi pemulihanya. Kan ada dua pase ini, jangan tidak dipikirkan," bilang Doni.

Ada Atau Tidak Pasar Beduk Ramadan 1441 H, Belum Ada Putusan dari Pemkot Jambi

WOW! Foto Najwa Shihab SMA di IG, Baru 30 Menit Diunggah Sudah 300 Ribuan Suka, Lihat Penampakannya

Dijelaskan Doni, ada dua pilihan besar penanganan Covid-19 saat ini, pertama yaitu lock down total, dengan resiko perekonomian betul-betul hancur total, nol pertumbuhan.

Tetapi, mungkin waktu menghadapi ini jauh lebih cepat.

"Karena dengan lockdown total itu benar-benar memutus mata rantai penyebaran Covid ini, tapi itu betul-betul totaly," sebutnya.

Kemudìan yang kedua kata Dony, yaitu Lockdown separuh-separuh, perekonomian tetap jalan. Namun resikonya kita harus menanggung pandemik lebih lama.

"Nah itu yang harus kita hitung, perbandingan dampak ekonomi dari dua pilihan ini. Ini yang saya belum yakin, masih butuh banyak pendapat dari pakar," ungkap Doni.(Tribunjambi.com/Zulkifli)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved