Virus Corona

Gara-gara Sopir Ambulans Positif Corona, Satu Puskesmas di Bogor Ditutup dan 50 Staf Diisolasi

Tak hanya itu, 50 staf puskesmas di kecamatan yang ada di Utara Kabupaten Bogor itu juga diisolasi akibat kejadian itu.

Editor: Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM - Satu sopir ambulans di dinyatakan positif virus corona.

Diketahui sopir ambulans yang positif virus corona berasal puskesmas dari Kabupaten Bogor.

Akibatnya, pelayanan kesehatan di puskesmas itu ditutup selama 14 hari, mulasi Senin (13/4/2020).

Tak hanya itu, 50 staf puskesmas di kecamatan yang ada di Utara Kabupaten Bogor itu juga diisolasi.

Emosi Ayu Ting Ting hingga Keluarkan Sumpah Serapah Akibat Hatinya Disindir Orang: Sadar Diri Lu!

Detik-detik Kesalahpahaman Anggota TNI & Polri di Merauke Baku Tembak, 3 Orang Meninggal

Viral Video Hujan Es Sebesar Bola Tenis di Tawangmangu, Camat Setempat Paparkan Faktanya

Eko Babak Belur Setelah Ketangkap Warga, Nekat Menjambret Demi Beli Obat Anak dan Istri

Hal ini diakui oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas setempat, Susi saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

"Betul (puskesmas ditutup sementara), terkait adanya supir ambulans yang positif Covid-19," kata Susi kepada TribunnewsBogor.com, Senin (13/4/2020).

Dia menjelaskan bahwa selama pelayanan puskesmas ditutup, akan dilakukan sterilisasi di bangunan dan seluruh ruangan puskesmas.

Seperti dengan cara penyemprotan cairan desinfektan.

"Puskesmas diliburkan untuk (disemprot) desinfektan dan semua staf isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, staf ada 50 orang," ungkap Susi. 

Bupati Ade Yasin Jelaskan 2 Tipe PSBB di Kabupaten Bogor, Sebut Berbeda dengan DKI Jakarta

Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan penjelasan mengenai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah kerjanya, yakni Kabupaten Bogor.

Dilansir TribunWow.com, Ade Yasin mengatakan penerapan PSBB di Kabupaten Bogor berbeda dengan yang sudah diterapkan di DKI Jakarta.

Dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Minggu (12/4/2020), Ade Yasin menyebut hal itu lantaran kondisi antara Kabupaten Bogor dengan Jakarta jauh berbeda.

Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan penjelasan mengenai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah kerjanya, yakni Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan penjelasan mengenai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah kerjanya, yakni Kabupaten Bogor. (Youtube/Talk Show tvOne)

Ade Yasin menjelaskan, di Kabupaten Bogor mayoritas merupakan daerah pedesaan yang tentunya memiliki akses tidak semudah di Jakarta.

"Untuk PSBB di Kabupaten Bogor memang berbeda dengan yang dilaksanakan di DKI Jakarta Karena memang kondisi wilayah kami yang berbeda," ujar Ade Yasin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved