Santri Pulang Tanpa Pemberitahuan

Libur Sekolah di Sarolangun Ditambah Seminggu

Perpanjangan libur ini terhitung mulai 13-19 April karena menyikapi persoalan pencegahan virus corona di Sarolangun.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun, Helmi sebut bahwa aksi mogok para guru SD di Sarolangun merupakan aspirasi yang selama ini dipendam. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Libur sekolah dari tingkat Paud, TK, SD dan SMP sederajat di Kabupaten Sarolangun kembali ditambah seminggu.

Perpanjangan libur ini terhitung mulai 13-19 April karena menyikapi persoalan pencegahan virus corona di Sarolangun.

"Pembelajaran dilakukan secara daring (dalam haringan) oleh guru melalui aplikasi WhatsApp grup baik media lain. Guru memberikan tugas dari rumah masing-masing," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sarolangun, Helmi, Minggu (12/4/2020).

Edaran Bupati Sarolangun, Beberapa Jenis Pajak dan Retribusi Daerah Gratis Hingga Juni

VIDEO Pasien Corona di Jambi Bertambah 2 Orang

DPRD Tanjabtim Akhirnya Keluarkan Anggaran Rp 1 Miliar untuk Penaganan Covid-19 di Tanjabtim

Suasana yang masih dalam pencegahan Covid-19 ini, kepala sekolah mengimbau untuk seluruh peserta didik tetap belajar di rumah dan tidak bertemu dalam bentuk kelompok.

Selain itu, orang tua tetap memantau anaknya dan melarang pergi dan beraktivitas di luar sepeti warnet, tempat hiburan lainnya.

Sedangkan kepala sekolah harus menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap pintu ruang kelas.

"Kepala sekolah agar membuat daftar piket guru/pegawai untuk memberi pelatana di sekolah," katanya. (Wahyu)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved