Santri Pulang Tanpa Pemberitahuan

Disdikbud Tanjabtim Minta Tiap Sekolah Bijak Dalam Mengambil Keputusan Kelulusan Siswa Siswi

"Hal itu sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proses belajar di rumah akan terus berlanjut," kata Kepala Dinas Pendidikan...

Tribunjambi/Abdullah Usman
Beberapa siswa tengah mengikuti pelajaran di sebuah madrasah di Kecamatan Muara Sabak Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Wabah virus corona masih belum menunjukan titik aman di Tanjabtim.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjabtim kembali perpanjang libur sekolah hingga 14 hari kedepan.

Keputusan tersebut diambil untuk mengantisipasi mewabahnya virus corona di Tanjab Timur.

Meski demikian, Proses Belajar Mengajar (PBM) peserta didik akan tetap dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring.

"Hal itu sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proses belajar di rumah akan terus berlanjut," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjabtim, Junaedi Rahmat, Minggu (12/4/2020).

"Perpanjangan libur tersebut dimulai sejak tanggal 8-21 April mendatang," tambahnya.

DPRD Tanjabtim Akhirnya Keluarkan Anggaran Rp 1 Miliar untuk Penaganan Covid-19 di Tanjabtim

Ternyata WhatsApp Bisa Disadap, Lindungi WhatsApp di Android Pakai Sidik Jari, Begini Caranya!

Aksi Dua Jambret di Talang Banjar Berhasil Digagalkan Pengedara Sepeda Motor, Nyaris Diamuk Massa

Dijelaskannya, sementara terkait kenaikan kelas dan kelulusan siswa-siswi juga telah dirumuskan secara bersama.

Yakni sebagai pedoman pendidikan kelulusan siswa-siswi akan ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan ataupun sekolah, karena saat ini UN telah dihapuskan.

"Begitu pula dengan kenaikan kelas, satuan pendidikan atau sekolahlah yang berhak menentukan," sebutnya.

Ditambahkannya pula, indikator kelulusan bisa melalui nilai rapor dan penugasan yang diberikan hingga dapat menjadi acuan penentu kelulusan siswa. Dengan kriteria mulai dari nilai harian, tugas yang diberikan ataupun ujian online yang dilakukan.

"Oleh karena itu, saya berharap masing-masing sekolah mesti bijak dalam mengambil keputusan. Mengingat kondisi saat ini siswa terhambat belajarnya bukan karena keinginan kita, melainkan sedang terjadinya wabah penyakit," pungkasnya. (Abdullah Usman)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved