Bank Indonesia Sebut Inflasi Jambi Maret 2020 Terkendali

ist
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jambi sebesar 0,75 persen. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi memperkirakan pada April 2020 Provinsi Jambi akan mengalami inflasi pada kisaran 0,00% - 0,30% (mtm) atau 1,95% - 2,35% (yoy).

Bayu Martanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dalam siaran pers mengatakan, inflasi utamanya akan didorong oleh kenaikan harga komoditas makanan seiring meningkatnya permintaan memasuki bulan Ramadan 1441 Hijriah.

"Selain itu, angkutan udara dan tarif listrik diperkirakan menjadi penahan inflasi seiring dengan kebijakan Pemerintah sebagai respon terhadap penyebaran wabah Covid-19," ujarnya, Senin (7/4/2020).

Kumpulan Ucapan Selamat Paskah 2020 Lengkap dari Bahasa Indonesia sampai Inggris, Cocok di WA dan FB

Sejumlah Perusahaan di Sarolangun Masih Beroperasi Sejak Wabah Corona, Ini Kata Kadisnakertrans

Kurs Rupiah Rp16.556/dollar per-Senin (6/4), Emiten dengan Utang Dollar AS Kian Waspada

Selain itu Bayu juga menyampaikan, berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Maret 2020 Provinsi Jambi mengalami deflasi bulanan sebesar 0,64% (mtm).

Dengan angka tersebut, maka secara tahunan inflasi Jambi adalah sebesar 2,61% (yoy) dan secara tahun berjalan inflasi Jambi sebesar 0,87% (ytd).

Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang memberikan andil terbesar adalah komoditas pada kelompok pada makanan, minuman, dan tembakau, yaitu cabai merah dengan andil 0,32%, bawang putih andil 0,08%, beras, cabai rawit, dan minyak goreng andil 0,04%, serta komoditas pada kelompok transportasi yaitu angkutan udara andil 0,17%.

Secara umum, merebaknya Covid-19 yang terjadi di Indonesia berdampak pada kekhawatiran masyarakat untuk beraktivitas dengan menggunakan angkutan udara.

Selain itu, berbagai imbauan dan kebijakan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan turut mendorong penurunan tarif angkutan udara.

"Penurunan harga komoditas makanan didorong oleh panen raya di sejumlah sentra sehingga berdampak pada melimpahnya pasokan, di tengah stabilnya permintaan," katanya.

Harga bawang putih yang sempat meningkat di awal tahun akibat terganggunya proses impor dari Tiongkok, mulai tercatat bergerak kembali ke harga normal.

Bayu juga menyebutkan, di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang menahan deflasi, yakni daging ayam ras dengan andil inflasi 0,08%, mobil dan telur ayam ras andil inflasi 0,03%, tarif gunting rambut pria, pisang, gula pasir, susu bubuk untuk balita, dan ikan patin andil inflasi 0,02%.

Peningkatan harga pada komoditas tersebut sebagai dampak dari terbatasnya pasokan untuk memenuhi permintaan.

Adapun rincian perkembangan inflasi pantauan di Kota Jambi di angka -0,65% (mtm), sedangkan tahun berjalan mencapai 0,91% (ytd) dan tahunan 2,63% (yoy).

Deflasi utamanya didorong oleh penurunan harga yang terjadi pada komoditas cabai merah andil 0,35%, angkutan udara andil 0,19%, bawang putih andil 0,09%, beras dan cabai rawit andil 0,05%, dan minyak goreng andil 0,04%.

Sementara komoditas penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras andil 0,08%, mobil andil 0,04%, dan tarif gunting rambut pria serta telur ayam ras andil 0,03%.

Sedangkan rincian perkembangan inflasi pantauan di Kabupaten Bungo -0,56% (mtm), inflasi tahun Berjalan 0,53% (ytd) dan tahunan 2,43% (yoy).

Deflasi utamanya didorong oleh penurunan harga yang terjadi pada komoditas cabai merah andil 0,62%, angkutan udara andil 0,15%, bawang putih andil 0,08%, bawang merah andil 0,06%, dan cabai rawit serta petai andil 0,04%.
Sementara komoditas penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan andil 0,13%, jeruk andil 0,06%, mobil dan daging ayam ras andil 0,05%, ikan serai andil 0,04%, dan kentang andil 0,03%. (Fitri Amalia)