Virus Corona

VIRAL Seorang Pria Mendadak Jatuh Pingsan Ketika Hendak Naik Motor, Begini Fakta Sebenarnya

Pihak RW yang sudah memiliki Satgas Covid-19 akhirnya memutuskan menelepon pihak Puskesmas setempat dan 119.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Istimewa
Pria demam tinggi di Pademangan, Jakarta Utara, AS jatuh pingsan saat hendak naik motor Senin (6/4/2020) 

VIRAL Seorang Pria Mendadak Jatuh Pingsan Ketika Hendak Naik Motor, Begini Faktanya

TRIBUNJAMBI.COM - Mengalami demam tinggi seorang pria bernisial AS tiba-tiba saja jatuh pingsan di jalan ketika hendak naik motor di Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara Senin (6/4/2020).

Para petugas kesehatan dengan Alat Pelindung Diri (APD) langsung mengevakuasi AS ke dalam mobil ambulans.

Ketua RW 09 Pademangan Barat Muhamad Riza Firdaus membenarkan bahwa pihaknya menelepon Satgas Covid-19 untuk menangani seorang pria yang jatuh pingsan ketika hendak mengendarai sepeda motor.

Awalnya, kata Riza, AS sempat pulang ke kamar indekosnya untuk mengambil suatu barang. Tidak lama kemudian, AS keluar kamar indekosan dan kembali hendak mengendarai motornya.

"Sesampainya di lokasi lalu korban jatuh dan juga pingsan. Saat itu korban bersama temannya. Namun teman AS tidak berani mendekat namun langsung melapor kepada pengurus wilayah," kata Riza dihubungi Senin (6/4/2020).

Pihak RW yang sudah memiliki Satgas Covid-19 akhirnya memutuskan menelepon pihak Puskesmas setempat dan 119.

Wilayah itu juga sempat disterilkan selama AS belum dievakuasi.

Petugas dengan mobil ambulans pun segera datang ke lokasi dan mengevakuasi AS.

Ketika mengevakuasi, para petugas terlihat menggunakan APD lengkap sesuai dengan standar evakuasi pasien Covid-19.

"Karena ini wilayah RSUK (Rumah Sakit Umum Kecamatan) maka AS langsung dibawa ke rumah sakit RSUK Pademangan Timur," ujar Riza.

Menurut Riza, suhu tubuh AS mencapai 37 derajat celcius ketika dievakuasi petugas kesehatan. Pria itu pingsan selsma 30 menit di dekat motornya.

Usai dievakuasi, para Satgas Covid-19 RW 09 langsung menyemprot jalan tersebut dengan cairan disinfektan.

"Sampai saat ini kami belum tahu AS positif Covid-19 atau tidak. Kami masih memantau perkembangan informasi kesehatan AS. Kalau ternyata AS positif maka wilayah ini akan ikut dikarantina," tuturnya.

Pemkab Batanghari Realisasikan Bantuan Benih Padi di Kecamatan Maro Sebo Ulu Seluas 1.000 Hektare

Penumpang KRL Pingsan di Stasiun Duren Kalibata Dikaitkan Virus Corona

Sebelumnya, terjadi insiden calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line mendadak pingsan di peron stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, mendadak viral di media sosial.

Video viral itu menimbulkan spekulasi penumpang tersebut pingsan karena terjangkit Virus Corona.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah petugas keamanan stasiun tengah berusaha mengangkat penumpang menggunakan tandu.

Petugas itu juga tampak menggunakan masker.

Informasi tersebut membuat Kapolsek Pancoran Komisaris Polisi Johanis Soeprijanto Sinateroe angkat bicara.

Dia membenarkan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (14/3/2020) lalu.

Namun, dia menegaskan, penumpang tersebut pingsan karena kelelahan lantaran belum makan, bukan karena penyebaran virus Corona.

"Itu hoaks yang ada di YouTube."

"Klarifikasinya penumpang yang kelelahan karena belum makan."

"Setelah ditolong oleh pengamanan stasiun, beliau sudah pulih sedia kala dan sudah bisa melanjutkan perjalanannya kembali," kata Johanis kepada awak media, Rabu (18/3/2020).

Dia menambahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan cyber crime Polri jika ada pihak yang menghubungkan hal tersebut dengan Virus Corona.

"Itu sudah kami laporkan ke rekan-rekan patroli cyber untuk pengunggah hoaks tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, jajaran Polda di seluruh daerah terus beroperasi mengungkap pelaku penyebaran berita hoaks wabah virus corona.

Hingga Selasa (17/3/2020)‎, jajaran Polda mengungkap kasus hoaks Virus Corona dan menetapkan 22 tersangka.

"Jajaran Polda di daerah menangani kasus hoaks corona dengan total 22 tersangka."

"Dari 22 ini, hanya satu tersangka yang ditahan," ungkap Kabag Penum Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Bareskrim Mabes Polri, Selasa (17/3/2020).

Asep menjelaskan, tersangka yang ditahan itu ditangani oleh Polda Kalimantan Barat, tepatnya Polres Ketapang.

Tersangka tersebut ditahan karena tidak kooperatif.

"‎Satu tersangka ditahan karena dianggap oleh penyidik tidak kooperatif dan juga tempat tinggalnya jauh dengan Polres," jelas Asep.

Asep menambahkan, jajaran Polri akan terus melakukan patroli cyber untuk mencegah berita-berita hoaks agar tidak meresahkan masyarakat.

Dua Kali Selamat, Nenek Ini Dulu Terjangkit Flu Burung dan Sembuh, Kini Juga Sembuh dari COVID-19

Berikut ini data kasus hoaks Virus Corona yang ditangani Polri:

1. ‎Polda Kalimantan Timur dua tersangka.

2. Polres Bandara Soetta, Polda Metro Jaya satu tersangka.

3. Polda Kalimantan Barat empat tersangka.

4. Polda Sulawesi Selatan dua tersangka.

5. Polda Jawa Barat tiga tersangka.

6. Polda Jawa Tengah satu tersangka.

7. Polda Jawa Timur satu tersangka.

8. Polda Lampung dua tersangka.

9. Polda Sulawesi ‎Tenggara satu tersangka.

10. Polda Sumatera Selatan satu tersangka.

11. Polda Sumatera Utara satu tersangka.

12. Bareskrim tiga tersangka.

172 Kasus 

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyebut, jumlah pasien virus corona (Covid-19) bertambah menjadi 172 orang.

Dia merinci, ada penambahan sebanyak 12 kasus pada Minggu (15/3/2020) lalu.

Sehingga, sampai tanggal 15 Maret menjadi 146 kasus.

"Data terakhir yang kita rilis adalah 134 orang confirm positif dengan angka kematian 5 orang."

"Malam sudah saya cek lagi ada penambahan kasus di data sore sampai dengan malam hari sebanyak 12 kasus."

"Sehingga sampai dengan tanggal 15 (Maret) menjadi 146 kasus," ujar Achmad Yurianto dalam keterangan pers di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

"Tanggal 15 Maret kita sudah himpun datanya dari pagi sampai dengan malam ada penambahan kasus baru lagi sebanyak 20 orang."

"Dari pemeriksaan spesimen yang dilaksanakan Badan Litbang Kesehatan dan ditambah lagi 6 orang dari spesimen yang diperiksa oleh Universitas Airlangga."

"Sehingga total saat ini 172 kasus," jelasnya.

Kasus terbanyak berada di DKI Jakarta.

"Penambahan terbanyak adalah dari Provinsi DKI Jakarta," beber Achmad Yurianto.

Setelah DKI Jakarta, kata dia, penambahan terbanyak dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.

"Kemudian dari Provinsi Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah, dan dari Provinsi Kepulauan Riau," jelasnya. (m24/Igman Ibrahim)

China Kini Punya Kekhawatiran Baru dari COVID-19, Jumlah Kasus Virus Corona Tanpa Gejala Meningkat

Darurat Covid-19, Edaran Mendikbud, Kelulusan Siswa di Tanjabbar Tergantung Kebijakan Sekolah

SUMBER : Wartakota

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved