Virus Corona

Seorang Wanita Positif Virus Corona Meninggal Setelah Melahirkan, Kerabat Salahkan Rumah Sakit

Seorang wanita asal Ukraina yang meninggal karena virus corona beberapa jam setelah melahirkan.

Editor: Heri Prihartono
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para pekerja medis dilengkapi pakaian pelindung memindahkan seorang pasien diduga terinfeksi virus corona (tengah) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam, di daerah Cheongdo, Korea Selatan, Jumat (21/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang wanita asal Ukraina yang meninggal karena virus corona beberapa jam setelah melahirkan.

 Meninggalnya seorang perempuan di Ukraina beberapa jam setelah melahirkan.

Korban dilaporkan meninggal karena terinfeksi virus corona.

Ibu yang diketahui hanya bernama Galina berasal dari kota Ivano-Frankivsk ini diduga terpapar Covid-19 pada masa perinatal.

Periode perinatal adalah 22 minggu setelah periode gestasi lewat dan berakhir tujuh hari setelah kelahiran.

Media lokal Ukraina mengabarkan, Galina dibawa ke fasilitas itu pada 10 Maret, di mana dia tidak mengalami gejala virus corona.

Tetapi setelah 19 hari tinggal di sana, ibu berusia 36 tahun itu jatuh sakit.

Juru bicara dinas kesehatan lokal, Volodymyr Chemny, memaparkan kondisinya.

Diwartakan Daily Mail Sabtu (4/4/2020), dia menerangkan kondisi Galina memburuk pada 29 Maret, di mana tubuhnya demam hingga 39 derajat Celsius.

"Kadar oksigen dalam darahnya menurun.

Dia kesulitan bernapas dan mulai mengalami pneumonia.

Dia positif terpapar virus corona," kata Chemny.

Pada hari yang sama, malam waktu setempat, Galina melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan yang sehat dengan berat 2,5 kilogram.

Setelah bersalin, kondisinya semakin memburuk.

Dia segera dibawa ke ruang perawatan intensif di mana tim medis memasangkan ventilator.

Kerabatnya, Oksana Staseivch mengungkapkan, mereka diberi tahu bahwa Galina akan segera meninggal.

Jadi, mereka diizinkan mengucapkan selamat tinggal.

Staseivch meyakini saudaranya itu terinfeksi Covid-19 di fasilitas kesehatan, dan menyalahkan petugas atas kematiannya.

Dia berujar, sebelum sakit Galina sempat ditempatkan di ruangan bersama dua perempuan yang terkena demam selama beberapa hari.

Setelah itu, wanita yang kondisinya demam tersebut dipindahkan untuk diisolasi, di mana dokter memberi tahu bahwa ada staf mereka yang juga tertular.

"Medis tak pakai perlindungan di sini.

Salah satu dokter bahkan tak mengenakan masker.

Jadi saya yakin Galina tertular di rumah sakit," keluhnya.

Pemerintah Ivano-Frankivsk mengakui ada dua staf medis yang terular satu hari sebelum Galina dibawa ke pusat perinatal.

Adapun bayi Galina tidak tertular Covid-19, di mana kondisinya saat ini dipantau oleh para dokter.

"Kondisinya normal," ujar Yury Pavlushynsky, kepala rumah sakit.

Berdasarkan laporan medis yang muncul, Galina disebut menderita tekanan darah tinggi dan obesitas sebelum terinfeksi virus corona.

Teledornya Rumah Sakit, Ibu Bersalin Digabung Pasien Covid-19, Meninggal setelah Melahirkan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terinfeksi Virus Corona, Ibu Ini Meninggal Setelah Melahirkan Bayinya"
Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved