Virus Corona

Komandan Pasukan AS Ragukan Klaim Nol Kasus Covid-19 Korea Utara, Ini Alasannya!

Korea Utara klaim nol kasus virus corona mendapat reaksi dari sejumlah kalangan.

Editor: Heri Prihartono
KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Pos Pertahanan Changrindo di front barat, dalam gambar tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA pada 25 November 2019. 

TRIBUNJAMBI.COM - Korea Utara klaim nol kasus virus corona mendapat reaksi dari sejumlah kalangan.

Satu diantaranya Komandan Pasukan AS yang ragu atas klaim Korea Utara terkait nol kasus virus corona.

Klaim tersebut membuat Amerika Serikat bereaksi.

Dilansir dari Korea Times, komandan pasukan AS di Korea (USFK) mengatakan, Kamis (2/4/2020), mereka tidak percaya terhadap klaim tersebut. 

Jenderal Robert Abrams mengatakan pada wawancara gabungan dengan dua gerai AS di Seoul, Korea Selatan, "itu adalah klaim mustahil berdasarkan semua intel yang kami lihat."

Dia juga menambahkan, "Kami tidak akan mengungkapkan sumber dan metode kami tapi (klaim nol virus corona) itu tidak benar. Berapa banyaknya, saya tidak akan beritahu."

Korea Utara memang mengatakan tidak memiliki kasus infeksi virus corona dan membual tentang langkah-langkah yang diambil untuk mencegah wabah tersebut.

Di antaranya memotong perjalanan lintas batas dan mengkarantina orang.

Abrams mengatakan militer Korea Utara berada dalam kondisi lockdown selama 30 hari sejak Februari sampai awal Maret.

"Mereka melakukan tindakan kejam di penyeberangan perbatasan negara mereka dan di dalam formasi mereka melakukan persis apa yang orang lain lakukan dalam menghentikan penyebaran (virus)."

Sementara itu, di antara 28.500 anggota USFK, 16 kasus infeksi virus corona dilaporkan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tiba di Singapura, Minggu sore, untuk pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden AS Donald Trumpo, selasa (12/6/2018).
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tiba di Singapura, Minggu sore, untuk pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden AS Donald Trumpo, selasa (12/6/2018). (AFP)

"Kami telah melihat yang terburuk namun kini bukan waktu yang tepat berpuas diri. Yang terburuk, kami sejujurnya tidak separah itu," kata Abrams.

Abrams juga membicarakan soal rangkaian peluncuran rudal jarak pendek Korea Utara baru-baru ini.

Menurutnya, rezim Kim Jong-Un sedang mengejar rencana empat atau lima tahun untuk mengembangkan kemampuan rudal bahan bakar padat dengan peningkatan akurasi.

"Jika mereka berhasil menyempurnakannya, maka mereka membawa sistem daring tipe ini ke operasional penuh dan mampu meningkatkan ancaman bagi Republik Korea (Selatan) dan negara lain di kawasan itu."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved